Aktivis Lingkungan Nadine Alexandra Bangga PT Amerta Indah Otsuka Bikin Bank Sampah

KILASINFO.ID
13 Oktober, 2021 | 7:00 PM WIB Last Updated 2021-10-13T12:00:25Z

KILAS INFO ■ PT Amerta Indah Otsuka (AIO) dorong warga Kampung Benteng RT 07/04, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa barat, untuk lebih peduli terhadap sampah, melalui Bank sampah Sehati (Otsuka Ekovillage), pada Rabu,(13/10/2021).

Aktivis Lingkungan Nadine Alexandra mengatakan, bangga dengan perusahaan otsuka yang sudah membangun ecovilage dan memberi contoh untuk perusahaan lain untuk mengambil langkah yang sama dan merasa senang berkolaborasi dengan otsuka.

"Sampah adalah masalah yang kita lihat tidak usah jauh-jauh, pasti ada sampah berceceran dan sampah itu bukan main-main. Sampah yang terlihat sudah berlapis, sampah plastik tidak bisa terurai dalam waktu yang singkat perlu ratusan tahun," ujarnya.

Meskipun jiwa saya seni, lanjut  Nadine Alexandra, merasa ada keinginan untuk terlibat membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli. 

"Dampaknya terhadap manusia tidak bisa dipungkiri, orang utan di Kalimantan hutannya sudah di babat habis, mulai ada konflik antara manusia dengan orang utan itu sangat miris dan memprihatinkan. Mulai dari situ mengenal banyak organisasi dan itu semua berjalan beriringan kaya ada harmonisasi, memang perjalanan sangat panjang dan sangat bahagia,"paparnya.

Sementara HRD and Corporate Affair Director PT Amerta Indah Otsuka Sudarmadi Widodo mengatakan,Target utama kita sebenarnya mendorong terbentuknya kebiasaan memanagement sampah dengan benar. 

Dia menambahkan, isu sekarang ini yang kita simpulkan bahwa problem sampah di Indonesia ini asal muasalnya karena orang tidak paham cara mengelola sampah sehingga tujuan kita ada Otsuka Ekovillage ini guna mendorong masyarakat untuk sadar, bahwa sampah ini bisa mempunyai nilai kalau di manage dengan benar, yang biopori kita manage organik, bank sampah untuk non organik bisa ditukar dengan nilai uang. 


"Dengan terbentuk kesadaran itu harapannya masyarakat dari rumah sudah melakukan pemilahan tidak lagi di buang ke kali ataupun ke jalan dan kalau kita lihat mulai terjadi kali sudah tidak ada sampah yang dibuang, got sudah mulai jarang ada, nasabah disini sudah mulai banyak artinya orang sadar bahwa dengan di pilah bisa ditukar menjadi uang," imbuhnya.

Baru satu titik, ini adalah field projek kita belum menyusun target besar cuma harapannya, kalau ini sudah mulai menjadi contoh yang baik kita bisa melebarkan, kedua kita akan membuat di pabrik kita yang di Pasuruan seperti ini  kita jadikan contoh dulu kalau orang sudah mulai tertarik dengan sistem yang kita buat maka kita akan membuka untuk tempat lain.

"Produksi kompos kita serahkan ke paguyuban, jadi ini yang memiliki projek ini adalah paguyuban kita mendampingi, jadi setelah sampai shuttle. Administrasi dan sistem kita ajarkan, infrastruktur kita bantu siapkan, setelah itu mereka mengelola secara mandiri nanti kalau ada hasil dipakai untuk operasional. Jadi kita hanya menjadi pendamping tidak ada terlibat di proses manajemen," urainya.


Disebutkan, bahwa volume sampah mengalami peningkatan selama pandemi 1,4 ton/hari di Sukabumi, kalau produksi total belum punya. 30 sekian persen limbah rumah tangga, yang jadi sasaran limbah rumah tangga.

"Kita berharap ini komitmen yang kita tunjukkan sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat untuk memanage sampah dengan baik dan kita harapkan dimanfaatkan dengan baik dan masyarakat bisa mengedukasi ke sekitar," pungkasnya.

Reporter ■ Cking
Editor ■ ErEm
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Aktivis Lingkungan Nadine Alexandra Bangga PT Amerta Indah Otsuka Bikin Bank Sampah

Trending Now

Iklan