AMC Sukabumi Datangi Dinas PUTR, Bahas Persoalan Proyek Pedestrian Ahmad Yani

KILASINFO.ID
26 Oktober, 2021 | 4:33 PM WIB Last Updated 2021-10-26T09:33:27Z

KILAS INFO ■  Pembangunan proyek Pedestrian Jalan Ahmad Yani menjadi polemik di masyarakat dan pengusaha lokal. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Aliansi Masyarakat Cerdas (AMC) Sukabumi pada saat melakukan audensi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi, pada Selasa (26/10).

Ketua AMC Sukabumi, Eeng Suhendar, mengatakan dalam audensi dengan PUTR, pihaknya menanyakan beberapa hal diantaranya yang pertama, proyek pembangunan pedestrian ini menggunakan sistem E-katalog dengan metode pembayaran racing. Namun, pada dasarnya masyarakat sudah tahu bahwa dengan menggunakan metode tersebut akan mematikan pengusaha lokal. Kemudian yang kedua, apakah pemerintah daerah sudah membuat standarisasi bahan material yang digunakan di pembangunan tersebut.

"Jalan Ahmad Yani itu kan sesuai PP LKPP nomor 14 tahun 2015, yang mengatur peraturan dengan metode E-katalog kalau sudah kenapa tidak melakukan hal yang sama dengan pendirian Jalan Juanda atau Dago, dimana kedua kegiatan tersebut menggunakan bahan material yang sama. Dan yang ketiga pembangunan tersebut, tanpa kajian terlebih dahulu akan menimbulkan gangguan keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas angkutan jalan, wajib dilakukan analisis dampak lalu lintas andalalin sesuai pasal 99 dan 100 undang-undang momor 22 Tahun 2009. Maka dengan dasar tersebut kami meminta data kajian atau pemaparan dari pejabat mengenai Dam positif dan negatif pembangunan penelitian Jalan Ahmad Yani," kata Eeng kepada awak media.

Lanjut Eeng menambahkan, kemudian yang keempat sama halnya dengan poin ke-3, pihaknya meminta data kajian Amdal sesuai perubahan pasal 24 undang-undang nomor 32 Tahun 2009. Pembangunan penelitian Jalan Ahmad Yani ini karena dalam pembangunan penelitian tersebut ada 2 aspek kajian andalalin dan Amdal meminta dan meminta data kajian atau pemaparan. 

"Kelima dasar PA dan PPK menunjuk atau memilih produk PT paras Prambanan e-katalog padahal material yang digunakan tidak bisa dapat di Sukabumi dan spesifikasi pekerjaan pun masih bisa kerja oleh seorang yang tepat," ujar Eeng.

Sementara itu, untuk menanggapi hal tersebut, Kadis PUTR, Asep Irawan, menjelaskan tentang berbagai macam skema pelaksanaan pembangunan yang ada di Kota Sukabumi ini, khususnya yang ditangani oleh pihaknya, baik dari segi latar belakang dari kegiatan itu sendiri, dan kemudian penganggarannya maupun teknis dalam pengadaannya. 

Dan memang ada satu hal yang sekarang sedang trend bahwa sesuai dengan skema waktu yang ada, salah satu kegiatan yang ada di pihaknya yaitu proyek pembangunan pedestrian Jalan Ahmad Yani. Pihaknya melaksanakan dengan cara imputasi, dan tidak dengan menggunakan tender biasa, karena berhubungan dengan waktu yang tidak mencukupi untuk melaksanakan dengan tender. 

"Nah ini memang hal yang baru bagi kita semua, bagi kami juga dan masyarakat, sehingga ada hal hal yang perlu kamu perlu jelaskan dulu permasalahannya, dan alhamdulillah pada hari ini kita sudah melaksanakan penjelasan itu, dan diharapkan semuanya bisa mengerti," tutur Asep.

Lanjut Asep, adapun tuntutan yang disampaikan oleh masyarakat itu hanya perlu penjelasan. Memang mereka belum mengerti apa itu tender yang secara erputasing, dan bagi pihaknya juga ini hal yang baru. Erputasing di Kota Sukabumi dalam sektor konstruksi, biasanya itu dalam pengadaan barang, dan dalam kontruksi hal yang baru piahkanya laksanakan. Maka dari itu untuk memberikan penjelasan tersebut, pihaknya mengundang Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ), dan Kepala Urusan Lelang Pengadaan (ULP) untuk menjelaskan, supaya bisa lebih di mengerti dan dipahami masyarakat.

"Jadi kegiatan itu ada dua segmen, diantaranya segmen perancanaan umum dan teknis. Segmen perencanaan itu sudah dilaksanakan dengan leading sektor Bappeda, jadi kenapa proyek itu dilaksanakan, sehingga bagaimana dampaknya itu ini, kemudian dari sisi penganggarannya dari mana, sehingga bisa disimpulkan bahwa itu harus dilaksanakan sekarang. Dan kami menerima amanah itu, kemudian ditindaklanjuti secara teknis dari berbagai macam perencanaan yang dilaksanakan pengadaan dan pada akhirnya pelaksanaan di lapangan," bebernya.

Lebih  Asep, Dinas PUTR hanya mengkaji secara teknis, kemudian dari kajian umumnya itu ada diskusi tersendiri yang melibatkan dinas-dinas terkait. Diketahui Jalan Ahmad Yani tersebut ada terkait masalah parkir, terkait masalah PKL, kemudian toko, juga terkait masalah keamanan dan lainnya, dan hal tersebut ada komunitas diskusi tersendiri yang menanggapinya. Intinya, proyek pembangunan pedestrian Jalan Ahmad Yani ini tidak ada masalah, karena sudah diperhitungkan oleh pihaknya. 

"Kami memang ikut dalam diskusi itu, cuman bukan leading sektornya, dan kami hanya menerima semacam kesimpulan bahwa pekerjaan ini bisa dilanjutkan secara teknis, dan itulah tindaklanjut dari kami yaitu, secara teknisnya saja," pungkasnya.

Kontributor ■ R-3
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • AMC Sukabumi Datangi Dinas PUTR, Bahas Persoalan Proyek Pedestrian Ahmad Yani

Trending Now

Iklan