Antisipasi Potensi Tsunami Di Selatan Jawa, BMKG Meluncurkan Dua Inovasi Sekaligus

KILASINFO.ID
07 Oktober, 2021 | 12:26 AM WIB Last Updated 2021-10-06T17:26:11Z

KILAS INFO ■ Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meluncurkan dua inovasi sekaligus guna menghadang potensi tsunami di Selatan Jawa, yaitu EWS Radio Broadcaster dan aplikasi SIRITA (Sirens for Rapid Information on Tsunami Alert) di Cilacap.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, bahwa peluncuran dua inovasi ini sebagai respon BMKG atas meningkatnya aktivitas kegempaan di Indonesia. 

Berdasarkan data gempabumi hasil pengamatan BMKG, selama perioda tahun 2008-2016 rata-rata 5000 hingga 6000 kali, 2017 meningkat menjadi 7169, selanjutnya mulai 2018 hingga 2019 melompat menjadi lebih dari 11500 kali dalam satu tahun. Meskipun kemudian agak menurun menjadi 8258 kali di tahun 2020, jumlah ini masih di atas rata-rata kejadian gempabumi tahunan di Indonesia.

Dwikorita menjelaskan, EWS Radio Broadcaster merupakan moda diseminasi berbasis suara guna mengantisipasi kerusakan jaringan komunikasi selular pasca gempa merusak. Sistem ini memanfaatkan jaringan komunikasi berbasis radio yang banyak digunakan oleh pegiat kebencanaan dan komunitas radio berbasis masyarakat, seperti RAPI dan ORARI sebagai hub untuk menyebarkan informasi secara cepat.

SIRITA adalah aplikasi sirine tsunami berbasis android yang dibuat untuk memudahkan pemerintah daerah menyampaikan perintah evakuasi kepada masyarakat sebagai bentuk peringatan dini.

Dwikorita menyebut inovasi yang diprakarsai Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara ini, menjadi terobosan di tengah kendala akan banyaknya sirine tsunami yang mati akibat usia pakai.

Dwikorita menyebutkan di era saat ini, saya yakin hampir semua orang telah memiliki ponsel pintar berbasis android. Maka dari itu aplikasi ini akan sangat bermanfaat sebagai bentuk peringatan dini evakuasi bagi masyarakat di pesisir pantai.

Dwikorita membeberkan, dipilihnya Cilacap sebagai tempat peluncuran inovasi teranyar BMKG tersebut karena pusat perekonomian dan pemerintahan di kabupaten ini berada di pesisir pantai.

Dwikorita juga menyebutkan potensi ketinggian tsunami berkisar belasan meter dengan estimasi kedatangan tsunami sekitar 50 menit. Karena wilayah pesisir Cilacap padat penduduk maka butuh waktu untuk proses evakuasi. Terlebih tempat evakuasi cukup jauh sekitar 2-4 km 

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami, Bambang S. Prayitno, mengatakan bahwa BMKG berkomitmen untuk terus melakukan lompatan-lompatan inovasi guna melindungi segenap tumpah darah Indonesia dari bahaya bencana alam.

Dwikorita menegaskan, publikasi mengenai potensi gempa bumi dan tsunami yang sering disebarluaskan BMKG bukan untuk menakuti-nakuti masyarakat. Sebaliknya, hal tersebut dilakukan untuk mendorong pemangku kebijakan menyiapkan langkah mitigasi yang kuat dari hulu ke hilir.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hadir secara virtual menyambut gembira peluncuran EWS Broadcaster dan aplikasi SIRITA tersebut yang menurutnya akan berkontribusi positif dalam upaya mitigasi pengurangan risiko tsunami di Selatan Jawa.

Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rahman mengatakan berbagai inovasi peringatan dini gempa dan tsunami yang diluncurkan BMKG. Beliau berharap peluncuran inovasi ini dibarengi dengan sosialisasi massif kepada masyarakat agar kebermanfaatannya dapat lebih dirasakan masyarakat.

Kepala Stasiun Geofisika, Setyoajie Prayoedhie yang merupakan inovator dari Aplikasi ini, menerangkan bahwa aplikasi SIRITA bisa diunduh masyarakat melalui telepon selular berbasis android.

Namun demikian, para pengguna harus memastikan bahwa perangkat lunak di telepon selular masing-masing sudah menggunakan versi terbaru dikarenakan aplikasi hanya akan berfungsi dengan baik di perangkat yang mendukung “google cloud service”.

Dalam acara peluncuran hadir perwakilan dari Pertamina, Holchim, PLTU, Kepala Balai Besar BMKG Wil. II, Koordinator Kepala Stasiun BMKG di Propinsi Jawa Tengah dan DIY, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Kepala BPBD Propinsi Jawa Tengah, dan Kabupaten Cilacap.

Informasi terkait hal ini bisa disimak dalam laman BMKG (**)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Antisipasi Potensi Tsunami Di Selatan Jawa, BMKG Meluncurkan Dua Inovasi Sekaligus

Trending Now

Iklan