Pengakuan Saksi di Lokasi Saat Terjadinya Pembacokan Terhadap Pelajar Hingga Tewas

KILASINFO.ID
27 Oktober, 2021 | 6:57 PM WIB Last Updated 2021-10-27T11:57:47Z

KILAS INFO ■ Misteri tewasnya AM (19 tahun) seorang pelajar SMK di Kota Sukabumi akibat menderita luka bacokan, mulai tersingkap. 

Berdasarkan kesaksian warga menyebutkan, peristiwa kekerasan di kalangan pelajar itu terjadi di kawasan Jalan Pabuaran, tepatnya di pertigaan Jalan Stadion Suryakencana, Kecamatan Warudoyong.

Menurut warga yang enggan disebutkan identitasnya menerangkan, bahwa pada Senin lalu (25/10/2021), terjadi keributan antar pelajar. Peristiwa bermula ketika sebuah angkutan kota berpenumpang sejumlah pelajar dihadang oleh dua orang pelajar dari sekolah berbeda menggunakan sepeda motor.

"Kejadiannya sangat cepat, angkot itu tiba-tiba dihadang oleh motor yang ditunggangi dua pelajar. Para pelajar yang berada di dalam angkot langsung berhamburan keluar, salah satunya ada yang membawa celurit," terangnya.

Saat itulah terjadi keributan diantara para pelajar tersebut. Karena kalah jumlah, dua pelajar yang menghadang berusaha untuk kabur, namun terhalang beberapa pelajar yang menjadi lawannya.

"Pada saat terjadi keributan tidak ada yang terjatuh, hanya terdengar teriakan paehan ku aing (Saya bunuh)," sambungnya.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP SY. Zainal Abidin, menjelaskan bahwa dalam kasus pembacokan terhadap salah satu pelajar sehingga meninggal dunia, kepolisian sudah mendapatkan keterangan dari saksi-saksi saat kejadian.

"Ya, kami sudah mengumpulkan para saksi untuk dimintai keterangan, namun untuk terduga pelaku kini masih dalam pencarian Unit Reskrim Polres Sukabumi Kota. Dan kasus pembacokan ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut, guna memastikan kronologisnya," singkat Zainal.

Kontributor ■ R-3
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pengakuan Saksi di Lokasi Saat Terjadinya Pembacokan Terhadap Pelajar Hingga Tewas

Trending Now

Iklan