Seorang Pelajar Cibeureum Tewas Akibat Luka Bacok di Kepala

KILASINFO.ID
27 Oktober, 2021 | 2:57 PM WIB Last Updated 2021-10-27T07:57:28Z

KILAS INFO ■ Seorang pelajar salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Kota Sukabumi, tewas dengan luka bacok di kepalanya, diduga akibat penganiayaan dengah senjata tajam. 

Korban berinisial AM (19) warga Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, meninggal pada Senin (25/10) kemarin, setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di RS Kartika Kasih Kota Sukabumi.

"Dari keterangan pihak RS Kartika Kasih bahwa pada hari Senin kemarin sekitar pukul 13.00 WIB, korban diantarkan oleh teman-temannya berjumlah tiga orang yang memakai seragam sekolah dengan menggunakan dua unit sepeda motor," ujar Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satreskrim Polres Sukabumi Kota, Iptu Kartiwan kepada wartawan, Selasa (26/10).

Tersangka, imbuh Kartiwan, bahwa setelah diberikan tindakan medis akan tetapi korban tidak bisa tertolong dan meninggal dunia sekitar pukul 19.00 WIB. 

"Dari hasil diagnosa korban mendapatkan cidera luka bacokan di bagian kepala belakang sebelah kiri dengan kedalam luka 0,5 cm dan lebar 5 cm," pungkasnya.

Sementara itu, bapak Sambung (tiri) korban, YT (47 tahun) saat ditemui wartawan usai pemakaman, menjelaskan kronologi meninggalnya anaknya tersebut berdasarkan cerita dari teman-temannya ketika hadir di RSUD R Syamsudin SH untuk melihat proses autopsi. 

"Jadi menurut teman-temannya, anak saya itu baru pulang sekolah, dan di depan sekolahannya itu melintas mobil angkutan umum yang di dalamnya ada beberapa pelajar dari SMK lainnya, lalu anak saya beserta temannya mengejar menggunakan sepeda motor Suzuki Satria FU hingga sampai di daerah Pabuaran Nyomplong dan terjadi bentrokan," ujar YT.

Keluarga sendiri mengetahui korban ada di RS Kartika Kasih dari dua orang temannya yang datang ke rumahnya di depan pintu bilang bahwa korban berada di rumah sakit. 

"Saya bingung kenapa anak saya ada di rumah sakit, karena temannya itu hanya memberitahu bahwa anaknya di RS Kartika setelah itu pergi, dan sampai saat ini tidak tahu kemana. Diantara teman yang hadir pada saat autopsi, dua orang yang kasih kabar itu tidak ada," jelas YT.

YT menambahkan, bahwa saksi kunci dalam peristiwa ini adalah teman yang membawa sepeda motor Suzuki Satria FU yang mengejar kelompok SMK lain waktu itu. 

"Namun temannya itu saat ini tidak diketahui keberadaannya, padahal dia saksi kunci dalam peristiwa ini," ucapnya.

Walaupun sempat tersebar di aplikasi perpesanan bahwa ada yang mengaku telah melukai korban namun keluarga belum bisa memastikan karena akun media sosial tersebut saat ini sudah tidak aktif lagi, dan keluarga masih menunggu hasil resmi dari pihak kepolisian.

Usai pemakaman Ibu korban, EN (31 tahun) mengatakan, korban sudah dimakamkan dekat almarhum bapaknya sekitar pukul 16.00 WIB. 

"Iya, karena almarhum bapaknya orang sini (Kampung Babakan, Tegal Padul) jadi dimakamkannya dekat bapaknya, AM merupakan anak pertama dari dua bersaudara," ujarnya.

Keluarga menyebutkan bahwa korban itu orangnya baik, suka bantu orang tua, sebelum berangkat sekolah dia rajin bersih-bersih rumah, shalatnya juga rajin, dan tutur katanya sopan. 

"Kami merasa kehilangan, dan memohon kepada polisi segera menangkap pelakunya dan diadili dengan hukuman yang setimpal," pungkasnya.

Kontributor ■  R-3
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Seorang Pelajar Cibeureum Tewas Akibat Luka Bacok di Kepala

Trending Now

Iklan