Seorang Penambang Emas Liar di Lengkong Sukabumi Tewas Tertimbun Tanah

KILASINFO.ID
28 Oktober, 2021 | 2:52 PM WIB Last Updated 2021-10-28T07:52:34Z

KILAS INFO ■ Seorang penambang emas liar, berinisial DE (52 tahun) warga Kampung Pasir Bangban, RT 07/23, Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ditemukan tewas tertimbun material tanah di area lahan perkebunan PT. Jaya Sindo Agung, pada Kamis (28/10/2021).

PLH Camat Lengkong, Usep Supelita, mengatakan bahwa korban diketahui tertimbum material tanah saat menggali lobang galian emas sekira pukul 10.00 WIB. 

"Ya, memang benar ada kejadian penambang emas yang tewas dalam galiannya. Hal ini, juga sudah kita laporkan kepada pimpinan dan sekarang kita lagi rapat internal dulu sama Muspika Lengkong," kata Usep.

Lebih lanjut, Usep menjelaskan, peristiwa tragis tersebut bermula saat korban bersama tiga temannya berinisial HU, UN dan HN melakukan penambangan di area perkebunan PT. Jaya Sindo Agung, tepatnya di Leuwi Karang, sekira pukul 07.00 WIB. Setelah itu, korban bersama UN langsung masuk ke dalam lubang. Sedangkan, HN dan HU berada di atas lubang untuk bergantian menggali lubang.

"Sewaktu korban sedang menggali lubang di terowongan sedalam 3 meter dengan di bantu oleh UN, tepatnya di belakang korban, tiba-tiba tanah dari dalam lubang ambruk dan menimpa korban yang berada di depan UN," jelasnya.

Sambung Usep, teman korban berinisial UN langsung berteriak meminta tolong ke temannya yang berada di atas lobang. Namun saat itu tidak berhasil mengangkat korban dari timbunan tanah. Kemudian HU yang merupakan teman korban yang berada di atas galian lobang, sontak berteriak meminta tolong ke arah petani yang sedang memanen singkong untuk meminta bantuan.

"Tidak lama setelah itu, korban dapat di evakuasi dari lubang dalam keadaan sudah tidak sadar. Setelah itu, langsung di bawa ke perkampungan dan di bawa ke Puskesmas Lengkong dengan menggunakan mobil ambulans. Setibanya di Puskesmas, hasil pemeriksaan secara medis dinyatakan bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," tandasnya.

Menurut Usep, di areal Perkebunan PT. Jaya Sindo Agung yang berbatasan dengan Perkebunan Nagawarna sering kali dilakukan penambangan emas secara illegal. Lantaran, diyakini oleh para penambang bahwa di area tersebut, mengandung bahan matrial emas. 

"Selain itu, di area perkebunan tersebut saat ini sudah tidak produktif. Bahkan hampir 70 persen luas lahan dari area perkebunan itu, di gunakan oleh warga setempat untuk bertani," paparnya.

Bukan hanya itu, terjadinya pencemaran sungai dikarenakan para penambang emas liar membawa bahan matrial tanah dari dalam lubang dan di bawa ke sungai untuk di dulang. Sehingga sungai menjadi keruh dan dangkal yang dapat mengakibatkan air sungai tidak dapat di gunakan oleh warga untuk mengairi sawah ataupun digunakan untuk kebutuhan sehari-hari di rumahnya. 

"Kami bersama unsur Forkopincam  Lengkong sudah dan selalu melaksanakan imbauan kepada warga agar lubang tambang emas liar tersebut di timbun kembali dan di himbau juga agar warga tidak melakukan penambangan emas liar kembali agar tidak terjadi korban jiwa," bebernya.

Pembuatan lubang tambang emas liar tersebut, sambung Usep, dilakukan dengan cara tidak menggunakan pemodal, melainkan korban bekerja bersama dengan tiga orang temannya. "Apabila mendapat hasil dari penambangan tersebut, maka di bagi rata dengan empat orang penambang, termasuk korban salah satunya," imbuhnya.

Dirinya mengaku, bahwa pada Juni lalu, unsur Forkopincam Lengkong telah melakukan himbauan dan memasang bender pelarangan penambangan emas illegal terhadap para penambang emas liar yang berada di area Perkebunan Nagawarna dan Perkebunan PT Jaya Sindo Agung. "Hal ini, sengaja dilakukan agar warga tidak melakukan penambangan emas liar secara illegal," pungkasnya.

Kontributor ■ R-3
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Seorang Penambang Emas Liar di Lengkong Sukabumi Tewas Tertimbun Tanah

Trending Now

Iklan