Antisipasi BPBD Kota Sukabumi Dalam Menghadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi

KILASINFO.ID
05 November, 2021 | 12:49 AM WIB Last Updated 2021-11-04T17:57:02Z

KILAS INFO ■ Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang ancaman bencana hidrometrologi yang semakin meningkat hingga akhir tahun mendatang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menyiapkan langkah antisipatif dan mitigatif, hingga menyiagakan petugas selama 24 jam guna meminimalisir risiko dan dampak bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardhana, mengatakan untuk antisipasi terjadinya bencana alam, pihaknya gencar melakukan sosialisasi sistem penanggulangan bencana alam kepada komunitas maupun relawan sampai tingkat kelurahan.

"Sudah ada di Kelurahan Cikundul, Cipanengah, Lembursitu, Jayaraksa, Sudajaya Hilir hingga kelurahan Warudoyong. 1.500 orang telah dibekali langsung tips menghadapi bencana dari sejak awal kemudian memutakhirkan data warga yang tinggal di kawasan rawan bencana. Kita juga meningkatkan kesiagaan personel di lapangan dengan optimalisasi alat-alat kebencanaan, gelaran apel kesiagaan gabungan bersama Polres, TNI dan SKPD hingga pada menerbitkan surat edaran Wali Kota terkait dengan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi maupun terkait panduan keselamatan di kegiatan alam ke setiap SKPD, kecamatan, kelurahan dan UPT," ungkap Imran, kepada wartawan saat dihubungi melalui sambungan telepon, pada Kamis (04/11).

Lebih lanjut, Imran menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada priode kedepan, seperti hujan secara sporadis, lebat, dan durasi singkat, disertasi petir dan angin kencang, bahkan hujan es, yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. 

"Jadi bencana hidrometeorologi itu berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana harus tetap waspada," jelasnya.

Sambung Imran, dari Sistem Informasi Elektronik Data Bencana (SiEdan) yang dihimpun BPBD Kota Sukabumi sampai Oktober 2021 mencatat ada 149 kejadian bencana yang tersebar di tujuh kecamatan se-Kota Sukabumi. Angka ini mengalami kenaikan dari agregasi tahun sebelumnya yang mencapai 130 kejadian di tujuh kecamatan. 

"Secara keseluruhan luas area terdampak akibat bencana tersebut mencapai 52,34 hektare dengan nilai kerugian sebesar Rp 5.758.562.500. Kemudian, total 67 unit bangunan rusak, 119 jiwa dilaporkan terdampak di mana 2 di antaranya meninggal dunia dan 5 jiwa mengungsi," pungkasnya.

Reporter: R-3 | Redaktur : ErEm
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Antisipasi BPBD Kota Sukabumi Dalam Menghadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi

Trending Now

Iklan