Inilah Kronologi Mama Muda Tewas Usai Disiram Air Keras Di Cianjur

KILASINFO.ID
21 November, 2021 | 3:15 PM WIB Last Updated 2021-11-21T08:15:04Z

KILAS INFO ■ Seorang ibu muda bernama Sarah (21) meninggal dunia pasca disiram air keras oleh suaminya, meski sebelumnya mendapat perawatan intensif di RSUD Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu (20/11).

Informasi yang diperoleh, Sarah merupakan warga Kampung Munjul, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur, bersuamikan Abdul Latief, warga negara asing (WNA) asal Timur Tengah. 

Ketua RT  Iin Solihin kepada pewarta menjelaskan, Kampung Munjul geger setelah mendengar teriakan minta tolong dari rumah Sarah.

"Kejadian itu berlangsung pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 1.30 WIB," ungkapnya.

Iin menambahkan, saat mendengar teriakan minta tolong itu, warga Kampung Munjul Ciannjur berhamburan ke lokasi. 

"Saat itu, mereka mendapati Sarah dengan kondisi luka bakar tergeletak di teras rumah," imbuhnya.

Mengetahui kondisi Sarah kritis, warga inisiatif langsung melarikan korban ke RSUD Cianjur, guna mendapatkan pertolongan medis. 

Sementara pelaku penyiraman air keras yang baru menikah dengan Sarah sekitar 1 bulan lalu, Abdul Latief, diduga telah kabur dengan menggunakan motor miliknya.  

Dari keterangan tetangga korban, sebelum meninggal Sarah sempat terlibat adu mulut dengan suaminya yang merupakan warga keturunan Timur Tengah.

Beberapa warga sempat mencari keberadaan pelaku yang melarikan diri usai menyiram Sarah, tetapi tidak ditemukan. Keluarga korban kemudian melaporkan penyiraman air keras itu ke pihak berwajib. 

Direktur RSUD Cianjur dr Darmawan mengatakan, korban tiba di rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri. 

"Saat diperiksa tim medis. Sarah mengalami luka bakar sekitar 90 persen akibat disiram air keras," katanya. 

Darmawan menyebut tim medis telah berupaya menangani korban secara maksimal, tetapi sekitar pukul 20.30 WIB, pada Sabtu (20/11), Sarah meninggal dunia.

Pihak RSUD Cianjur, lanjut Darmawan, sebelumnya berencana untuk merujuk korban ke RSHS Bandung, karena luka yang diderita korban lebih dari 90 persen. 

Sementara itu, Kapolsek Cianjur Kota Kompol A Suprijatna mengatakan, kasus tersebut bukan termasuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), melainkan murni masuk dalam kasus penganiayaan berat.

Ia berujar, pihaknya saat ini telah melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diketahui akan kabur ke negara asalnya.

"Kami bersama Polres Cianjur tengah melakukan pengejaran, dan telah bekerjasama dengan pihak Bandara Soekarno-Hatta Jakarta untuk membantu penangkapan tersangka," katanya, seperti disitat dari PasundanPost.com

Saat ini, Abdul Latief (29) berhasil ditangkap Aparat Kepolisian Resor (Polres) Cianjur di Bandara Soekarno Hatta, diduga ia akan kabur ke negara asalnya.

■ Dadang Ruhiat/ ErEm/ foto Dok Pasundan Post
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Inilah Kronologi Mama Muda Tewas Usai Disiram Air Keras Di Cianjur

Trending Now

Iklan