Januari-Oktober, Sebanyak 149 Kali Bencana Alam di Kota Sukabumi Mengakibatkan Dua Korban Jiwa

KILASINFO.ID
02 November, 2021 | 2:46 PM WIB Last Updated 2021-11-02T07:46:50Z
KILAS INFO ■ Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi dari Sistem Informasi Elektronik Data Bencana (SiEdan) sejak Januari hingga Oktober 2021, tercatat sebanyak 149 kali kejadian bencana alam yang melanda 7 kecamatan di Kota Sukabumi. 

Angka tersebut naik dari sebelumnya 130 kali kejadian dari Januari hingga September.

Informasi yang dihimpun, berdasarkan data dan angka informasi bencana tahun 2021, luas area terdampak mencapai 52,34 hektar, dengan nilai kerugian mencapai Rp. 5.758.562.500 atau naik dari Rp. 5.298.662.500. Sekitar 67 unit bangunan rusak, 119 jiwa dilaporkan terdampak, diantaranya 2 orang meninggal dunia dan 5 orang diungsikan.

"Kejadian yang paling dominan melanda adalah cuaca ektrem 62 kali, disusul longsor 37 kali, dan kebakaran 25 kali. Khusus pada bulan Oktober terdapat 19 kejadian, 21 jiwa terdampak, 19 bangunan rusak, didominasi rumah warga 16 unit, sisanya seperti fasilitas pendidikan," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami, Selasa (02/11).

Berikut list frekuensi kasus kejadiaan dan taksiran nilai serta sebaran kerugian, luas terdampak pada 7 kecamatan yang terverifikasi.

1. Puting beliung 2 kali, dengan luas area terdampak 71 meter persegi.

2. Banjir 21 kali, dengan luas area terdampak 513,177 meter persegi.

3. Cuaca ekstrem 62 kali, dengan luas area terdampak 5.911 meter persegi.

4. Kebakaran 25 kali, dengan luas area terdampak 2.468 meter persegi.

5. Tanah longsor 37 kali, dengan luas area terdampak 1.815 meter persegi.

6. Gempa 2 kali.

Sebaran nilai kerugian meliputi 7 Kecamatan. Baros Rp. 173.900.000, Lembursitu Rp. 384.450.000, Cibeureum Rp. 216.250.000, Citamiang Rp. 311.975.000, Warudoyong Rp. 2.540.500.000, Gunung Puyuh Rp. 774.712.500, dan Cikole Rp. 1.356.775.000.

Sementara untuk sebaran wilayah di Baros 9 kali, Lembursitu 29 kali, Cibeureum 13 kali, Citamiang 14 kali, Warudoyong 22 kali, Gunungpuyuh 33 kali, Cikole 27 kali, dan 2 kali tercatat untuk semua kecamatan yaitu gempa bumi.

Untuk menghadapi trend kasus yang semakin naik dan potensi curah hujan yang makin meningkat, serta ancaman hidrometeorologi yang dikeluarkan BMKG, maka dari itu BPBD Kota Sukabumi telah mengambil langkah antisipatif dan mitigatif agar bisa meminimalisir bahaya risiko dan dampak yang terjadi.

"Kami mulai mensosialisasikan dan mengedukasi untuk siap menghadapi bencana, baik di komunitas maupun dengan kelurahan, seperti KIE Bencana di Cikundul, Cipanengah, Lembursitu, Jayaraksa, Sudajaya Hilir, hingga kelurahan Warudoyong. Sebanyak 1.500 orang telah dibekali langsung tips menghadapi bencana, dari sejak awal kemudian memutakhirkan data warga yang tinggal di kawasan rawan bencana," pungkas Zulkarnain.  

Reporter: R-3 | Redaktur:ErEm

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Januari-Oktober, Sebanyak 149 Kali Bencana Alam di Kota Sukabumi Mengakibatkan Dua Korban Jiwa

Trending Now

Iklan