Jumlah Tindak Pidana Perkara Narkoba di Sukabumi Kota Tembus 324 Kasus

KILASINFO.ID
08 November, 2021 | 4:43 PM WIB Last Updated 2021-11-08T09:43:33Z

KILAS INFO ■ Berdasarkan data Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Sukabumi Kota dari jumlah Tindak Pidana (JTP) kasus narkotika dan obat berbahaya dari 2019 hingga 2021, mengalami peningkatan.

Dari data yang dihimpun pada 2019, tercatat ada 112 kasus, dan tersangka 158 orang, serta barang bukti yang diamankan, sabu 812,95 gram, ganja 1 Kg 3 ons 53,98 gram, dan 11 tangkai tunas pohon ganja, obat berbahaya 16.536 butir, inex/ekstasi 3 butir, dan tembakau gorila 0,8 gram.

Selanjutnya, pada 2020 tercatat ada 106 kasus dan tersangka ada 146 orang, serta barang bukti yang diamankan, sabu 1 Kg 3 ons 89,06 gram, ganja 1 Kg 7 ons 67,49 gram, obat berbahaya 88.562 butir, inex/ekstasi 29 butir.

Kemudian sejak Januari hingga Oktober 2021, ada 106 kasus dan tersangka ada 120 orang, serta barang bukti yang diamankan, sabu kurang lebih 1 Kg 2 ons 74,23 gram, ganja kurang lebih 402,45 gram, obat berbahaya kurang lebih 46.116 butir, psikotropika kurang lebih 424 butir, dan tembakau sintesis kurang lebih 71,57 gram.

Kasat Resnarkoba Polres Sukabumi Kota, AKP Ma'ruf Murdianto, mengatakan dari JTP Kasus narkotika dan obat berbahaya ditotalkan pada 2019 hingga 2021 ada sebanyak 324 kasus, dan tersangka ada sebanyak 424 orang. Hal tersebut menunjukan bahwa kasus peredaran narkotika dan obat berbahaya di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota semakin meningkat.

"Sekarang itu kasus narkoba semakin meningkat, kalau dibandingkan dengan tahun kemarin itu ada 106 kasus, nah tahun sekarang dalam priode Januari hingga Oktober itu sudah ada 106 kasus, jadi kalau sampai akhir tahun pasti ada lagi peningkatan kasus," ungkap Ma'ruf, kepada kilasinfo.id.

Lebih lanjut, Ma'ruf menambahkan, rata-rata modus operandinya itu seperti biasa dengan cara sistem transfer via rekening, ada sistem tempel atau peta, ada juga yang melalui jasa pengiriman barang, kemudian juga ada yang secara langsung. 

"Jadi peredaran kasus ini, rata-ratanya masih seperti itu," ujarnya.

Sambung Ma'ruf, Adapun peredaran narkotika dan obat berbahaya ini, berbagai macam cara yang dilakukan oleh para tersangka, ada yang dari dalam kota, ada jua yang dari luar kota.

"Terakhir kemarin itu ada yang sampai luar negeri, yang dari malaysia menuju Kota Sukabumi, itu berarti jaringan-jaringan internasional sudah masuk ke wilayah hukum Polres Sukabumi Kota. Namun apabila ada yang kedapatan barang bukti banyak, dipastikan itu jaringan internasional," tuturnya.

Masih kata Ma'ruf, upaya meminimalisir kasus peredaran narkotika dan obat berbahaya, pihaknya menghimbau kepada masyarakat khususnya di Kota Sukabumi agar segera melapor kepada Polisi.

"Kami menghimbau kepada masyarakat apabila ada indikasi penyebaran narkotika dan obat berbahaya, untuk segera melapor, dan akan kami tindak-lanjuti," pungkasnya.

Reporter ■  R-3 | Redaktur : ErEm

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jumlah Tindak Pidana Perkara Narkoba di Sukabumi Kota Tembus 324 Kasus

Trending Now

Iklan