6 Tahun Bangunan Sekolah PAUD Anggrek 9 di Cibeureum Menjadi Polemik

18 Januari, 2022 | 2:36 PM WIB Last Updated 2022-01-18T07:45:41Z


KILASINFO.ID, Sukabumi - Bangunan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Anggrek 9 yang berada di Puri Cibeureum Permai dua, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Jawa Barat, ditutup dengan spanduk dari pengurus RW. 


Selebaran spanduk yang bertuliskan penutupan dari pengurus rukun warga (RW) setempat. Persoalan ini pun sempat memunculkan polemik terkait status bangunan sekolah PAUD tersebut.

Koordinator aksi dari Aliansi BEM Sukabumi (ABSI), Rifki Rizaldi, mengatakan selain bangunan tersebut digembok, barang barang dan fasilitas, terutama area permainan anak mengalami kerusakan. Maka dari itu mahasiswa siap memberikan pendampingan kepada guru PAUD yang menurutnya terampas haknya dalam mengajar.

"Permasalahan ini telah terjadi selama 6 tahun, para guru dilarang malakukan kegiatan belajar mengajar di PAUD Anggrek 9 dan puncaknya di akhir Desember 2021. Ketika sekolah PAUD digembok yang diduga dilakukan oleh oknum Ketua RW," kata Rifki, kemarin Minggu (16/01/2022).

Menurutnya, alasan yang diterima para guru adalah fasilitas pendidikan tersebut akan dialih fungsikan sebagai bangunan kantor RW, namun menurut pengakuan para guru, bangunan tersebut sudah bersertifikat dan dalam IMB tertulis untuk bangunan sekolah PAUD.

"Para guru berusaha masuk ke dalam bangunan sekolah PAUD itu terpaksa dengan cara memanjat untuk mengambil berkas dan aset aset yang berada di dalam. Coba bayangan para guru tersebut adalah perempuan yang harus manjat-manjat mengamankan aset pendididikan. Tidak hanya itu saja, barang-barang milik PAUD itu juga banyak yang hilang, bahkan bangunannya juga ada yang rusak," bebernya.

Sementara itu Ketua RW, Sugeng Arijadi mengklaim bangunan tersebut bukanlah kepemilikan PAUD Anggrek 9. "PAUD itu memang gedung RW, yang awalnya ada bantuan dari pemerintah ditambah swadaya warga. Jadi awalnya  bangunan itu di pinjamkan yang punya hak kepengurusan RW," ungkapnya.

Menurutnya, sejak awal dirinya menjabat menjadi ketua RW, mendapat amanah dari warga terkait bangunan PAUD tersebut. "Saya hanya melaksanakan amanah warga itulah makanya saya disuruh meluruskan dari ketua RW yang lama," tuturnya.

Tuduhan terkait kerusakan beberapa fasilitas PAUD, ia menyangkal dengan alasan sudah dimakan usia. "Untuk masalah adanya kerusakan silahkan disimpulkan sendiri, itu semua sudah rusak, memang sudah tua (rusak sendiri)," jelasnya.

"Selama ini kan tidak ada penengah, nah ini waktunya jadi ada miss komunisilah. Kalau sekarang ada kejelasan pengelolaan PAUD kan jelas masalahnya," tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Hasan Asari, mengatakan polemik yang terjadi antara kedua belah pihak sedang dilakukan penanganan.

"Tinggal bagaimana ini membuat sinkronisasi saling memahami saling memberikan informasi, sehingga insyaallah kedua belah pihak nanti mamahami hakikat tujuan mengapa di RW tersebut ada PAUD sejak waktu yang lama," tandasnya.

Lanjut Hasan, rencananya akan dilakukan diskusi antara pihak PAUD dan RW serta stakeholder yang terlibat di Kantor Dinas Pendidikan Kota Sukabumi.

"Kita akan satukan itu dengan diskusi di dinas pendidikan pada Selasa (18/01/2022) mendatang guna menyatukan kembali yang bercerai, sehingga lebih besar untuk membangun kembali masyarakat ini," tandasnya. 

- R3.
- Redaksi. 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 6 Tahun Bangunan Sekolah PAUD Anggrek 9 di Cibeureum Menjadi Polemik

Trending Now

Iklan