Arteria dan Edy Mulyadi dalam Pusaran Amarah Masyarakat Adat

KILASINFO.ID
28 Januari, 2022 | 2:23 PM WIB Last Updated 2022-01-28T07:23:54Z


 Catatan Sepekan : Ombule Rahmanniawan

KILASINFO.ID, -- Arteria Dahlan dan Edy Mulyadi dalam dua pekan terakhir ini telah mengguncang Indonesia.

Arteria Dahlan, legislator PDI Perjuangan, pekan sebelumnya dikecam oleh masyarakat Sunda lantaran pernyataannya yang mengusulkan kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin supaya memecat Jaksa Tinggi yang menggunakan bahasa Sunda saat raker.

Atas ucapannya itu Arteria Dahlan dituding rasis. Karena itu para inohong sunda, kemudian melaporkan Arteria ke Polda Jabar. Kabarnya, pelaporan masyarakat sunda itu oleh Polda Jabar ditindaklanjuti dan berkasnya dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Alasan pelimpahan ke Polda Metro Jaya, antara lain karena waktu dan peristiwa yang menyeret Arteria terkait hal ini kejadiannya di wilayah hukum Metro Jaya.

Di sisi lain, DPP PDI Perjuangan mengabaikan rekomendasi PDI Jawa Barat yang meminta Arteria supaya dipecat sebagai kader. DPP PDI Perjuangan, melalui Ketua DPP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun, Rabu (26/01/22) memastikan Arteria Dahlan tidak akan dipecat dari partai, sehingga ia tetap sebagai legislator.

Komarudin Watubun beralasan, Arteria Dahlan sudah memohon maaf kepada masyarakat sunda, juga menyesali perbuatannya.

Soal adanya rekomendasi pemecatan dari daerah, kata Komarudin Watubun, itu wajar dan bagian dari dinamika politik. Tetapi untuk sampai pada pemecatan seorang kader, kata dia DPP PDI Perjuangan punya standarnya tersendiri.

Hanya selang dua hari sejak peristiwa itu, jagat maya Indonesia pun booming lagi. Kali ini yang bikin ulah politisi PKS Edy Mulyadi. Masyarakat Adat di Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur murka gegara caleg gagal dari PKS Edy Mulyadi melontarkan kalimat “Tempat Jin Buang Anak” dalam sebuah konferensi pers yang mengusung ketidaksetujuan dirinya atas rencana kepindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Sebenarnya, ungkapan “Jin Buang Anak” – ungkapan yang sudah biasa kita dengar. Tidak layak disebut aneh. Itu bisa diungkapan siapa saja sebagai wujud sikap rasa kesal. Namun dalam konteks kali ini, Edy Mulyadi sepertinya mengucapkannya bukan pada tempat dan waktu yang tepat. Karena IKN Nusantara lokasinya di Kalimantan Timur, maka masyarakat lokal pun memaknainya ucapan “Jin Buang Anak” yang dilakukan Edy Mulyadi merupakan bentuk penistaan pada Kalimantan dan mengesankan masyarakatnya sangat terbelakang. Selain itu, amarah warga Kalimantan kian membara lantaran Edy menyebut Kalimantan sebagai tempat genderuwo dan kunilanak.

Tak pelak lagi, hujatan atas Edy Mulyadi akhirnya  datang bergelombang. Puluhan ormas Adat berunjukrasa, meminta supaya Edy Mulyadi datang ke Kalimantan, di antaranya menyebut untuk menerima sanksi dari masyarakat Adat. Apa bentuk sanksi tersebut memang tidak disebutkan. Hanya tudingan penistaan Edy Mulyadi terhadap pulau Kalimantan, oleh masyarakat Dayak diklaim sebagai pelecehan yang tidak bisa dimaafkan.

Maka dengan alasan itulah, para pemuda adat di Kalimantan kemudian mempolisikan Edy Mulyadi. Di antaranya melaporkan politisi PKS ini ke Polres Samarinda.

Selain dipolisikan oleh masyarakat adat Kalimantan, Edy Mulyadi juga harus menghadapi pelaporan yang dilakukan oleh Partai Gerindra Sulawesi Utara. Pelaporan oleh Gerindra pemicunya antara lain pernyataan Edy Mulyadi yang menyebut Menhan Prabowo Subianto sebagai sosok Harimau yang mengeong.

Arteria Dahlan maupun Edy Mulyadi memang telah meminta maaf atas ucapannya yang bikin heboh itu. Namun bagi masyarakat sunda maupun masyarakat Kalimantan, maaf saja sepertinya tidaklah cukup. Mereka masih menyimpan amarah yang hanya akan reda manakala proses hukum sudah berjalan atas keduanya.

Pertanyaannya di sini, kapan polisi menindaklanjuti pelaporan pentolan masyarakat tersebut, sehingga masyarakat yang diwakili pelapor terwakili pula aspirasinya?***

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Arteria dan Edy Mulyadi dalam Pusaran Amarah Masyarakat Adat

Trending Now

Iklan