Jalani Pemeriksaan di Bareskrim Polri, Edy Mulyadi Bantah Dirinya Menantang Ditahan

KILASINFO.ID
31 Januari, 2022 | 6:36 PM WIB Last Updated 2022-01-31T11:43:42Z

 



Edy Mulyadi

KILASINFO.ID, -- Edy Mulyadi yang saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Siber Bareskrim Polri membantah dirinya menantang untuk ditahan.

“Rekan-rekan wartawan ini terkadang suka bikin judul yang bombastis,” kata Edy setibanya di gedung Bareskrim sekitar pukul 10.00 Wib Senin (31/01/22).

Sebelum masuk ke ruang penyidik, Edy kembali menyampaikan permohonan maaf. “Saya kembali mohon maaf yang sebesar-besarnya, dan saya tetap menolak soal pembangunan ibu kota negara,” katanya.

Ia didampingi tim kuasa hukum dan mengaku kedatangannya memenuhi panggilan penyidik yang kedua ini  membawa persiapan  berupa pakaian untuk salin, juga alat mandi.

Ia, katanya bukan menantang ditahan. Sedikit pun tak berharap terjadi. Tetapi ini persiapan saja, seandainya sampai dirinya ditahan, apa yang diperlukan sudah siap.

Politisi PKS ini seharusnya diperiksa oleh tim penyidik Direktorat Siber Bareskrim Polri sebagai saksi kasus ujaran kebencian tentang “Jin Buang Anak” pada Jumat (28/01) lalu. Namun ketika itu yang datang hanya kuasa hukumnnya Herman Kadir dan timnya. Herman menyebut kilennya berhalangan hadir dan selanjutnya meminta penyidik menjadwalkan pemanggilan ulang.

Terkait kasus “Jin Buang Anak” ini polisi sudah memeriksa 35 saksi dan 8 orang saksi ahli.

Edy dipolisikan oleh Masyarakat Adat Borneo lantaran  melontarkan kalimat “Tempat Jin Buang Anak” dalam sebuah konferensi pers yang mengusung ketidaksetujuan dirinya atas rencana kepindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Ungkapan tersebut dinilai penistaan terhadap warga Kalimantan.

Tak pelak lagi, hujatan atas Edy Mulyadi akhirnya  datang bergelombang. Puluhan ormas Adat berunjukrasa, meminta supaya Edy Mulyadi datang ke Kalimantan, di antaranya menyebut untuk menerima sanksi dari masyarakat Adat. Apa bentuk sanksi tersebut memang tidak disebutkan. Hanya tudingan penistaan Edy Mulyadi terhadap pulau Kalimantan, oleh masyarakat Dayak diklaim sebagai pelecehan yang tidak bisa dimaafkan.

Dengan alasan itulah, para pemuda adat Kalimantan kemudian mempolisikan Edy Mulyadi. Di antaranya melaporkan politisi PKS ini ke Polres Samarinda.

Selain dipolisikan oleh masyarakat adat Kalimantan, Edy Mulyadi juga harus menghadapi pelaporan yang dilakukan oleh Partai Gerindra Sulawesi Utara. Pelaporan oleh Gerindra pemicunya antara lain pernyataan Edy Mulyadi yang menyebut Menhan Prabowo Subianto sebagai sosok Harimau yang mengeong.


Ombule

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jalani Pemeriksaan di Bareskrim Polri, Edy Mulyadi Bantah Dirinya Menantang Ditahan

Trending Now

Iklan