Mendes PDTT Pastikan 7 Kabupaten di Indonesia Disiapkan Sebagai Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan

24 Januari, 2022 | 9:52 AM WIB Last Updated 2022-01-24T02:58:04Z


Bupati Bandung HM Dadang Supriatna dan Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar pada peresmian Peternakan Terpadu BUMDes Bersama Waluya Balarea, Pacet, Minggu (23/1/22).

KILASINFO. ID, -- Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar memastikan 7 kabupaten, yakni Kabupaten Bandung, Cirebon, Kebumen, Nganjuk, Jombang, Lumajang dan Kudus disiapkan sebagai Desa peternakan terpadu berkelanjutan.

“Pengelolaannya dilaksanakan oleh BUMDes dengan melibatkan lebih dari 50 desa dan sekitar 300 peternak di lahan seluas 140.000 m2. BUMDes ini nantinya akan mengkoordinasikan potensi peternakan dari 5-10 desa yang menjadi anggotanya. Masing-masing BUMDes sedikitnya melibatkan 43 peternak,” ucap Gus Halim sapaan akrab Menteri Desa PDTT, ketika melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bandung pada Minggu (23/01/2022).

Dijelaskan Gus Halim, BUMDes akan mengelola 20 ekor sapi yang dipadukan dengan budidaya 100 domba, 400 ekor ayam, dan budidaya 10.000 ikan air tawar. Usaha peternakan itu akan dipadukan dengan budidaya hortikultura organik di lahan 1.500 m2, dan pakan ternak di lahan 16.200 m2.

“Untuk BUMDes Waluya Balarea Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung ini mengelola 436 ekor ayam. Jika sudah produktif maksimal, keuntungan mencapai Rp.7 juta perbulan. Kemudian biaya yang dikeluarkan untuk 10 sapi mencapai Rp. 160 juta, jika musim kurban nanti pendapatan yang dihasilkan BUMDes sekitar Rp. 250 juta. Belum lagi dari pupuk dan sayuran. Insya Allah ini akan memberikan harapan bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan, program tersebut nantinya akan dikelola lima desa di Kecamatan Pacet yang tergabung dalam satu Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Bersama yang bernama Waluya Balarea.

Desa Nagrak, Kecamatan Pacet, kata bupati terpilih menjadi lokasi pilot project Program Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT).


Mendes PDTT meninjau lokasi Peternakan Terpadu BUMDes Bersama Waluya Balarea, di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Minggu (23/01/2022).

Dadang menilai, pilot project itu dapat memberi angin segar dan membangkitkan semangat bagi masyarakat untuk mengoptimalkan segala potensi ekonomi dan sumber daya alam di daerahnya.

“Kehadiran BUMDes ini dapat mendorong pergerakan ekonomi kreatif dan produktif, sehingga dapat mensejahterakan masyarakat di wilayah Kecamatan Pacet,” terang Bupati Bandung saat menghadiri Peresmian Peternakan Terpadu BUMDes Bersama Waluya Balarea, Pacet, Sabtu (22/1/2022).

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu berharap, BUMDes Waluya Balarea terus tumbuh, berkembang serta fokus dalam menjalankan usaha peternakan, sehingga     manfaatnya dapat dirasakan  oleh masyarakat.

“Saya selaku bupati mensuport agar Desa Peternakan Terpadu ini bisa berkembang ke desa-desa lain. Sehingga apa yang dicita-citakan pak menteri dapat terwujud. Sekarang baru satu BUMDes yang diresmikan, atau ada sekitar 55 kelompok lagi yang akan menjadi fokus pilot project ini, tentunya disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing,” jelas Kang DS sapaan akrab Bupati Bandung. -- (LSD)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mendes PDTT Pastikan 7 Kabupaten di Indonesia Disiapkan Sebagai Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan

Trending Now

Iklan