Tahun 2021 Bencana Alam di Kota Sukabumi Meningkat Dibanding Tahun Sebelumnya

05 Januari, 2022 | 5:04 PM WIB Last Updated 2022-01-05T10:06:33Z

KILASINFO.ID, Sukabumi - Berdasarkan Sistem Informasi Elektronik Data Bencana (SIEDAN) BPBD Kota Sukabumi periode Januari-Desember 2021, tercatat ada 217 kejadian bencana alam yang tersebar di 7 Kecamatan. Angka tersebut naik dibandingkan dengan tahun 2020 sebanyak 199 kejadian.

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami mengatakan, Dampak dari kejadian tersebut taksiran nilai kerugian mencapai Rp. 9.205.135.350. Luas area terdampak 54,70 hektar, dan 194 kartu keluarga (KK) terdampak, diantaranya 5 keterangan mengungsi, korban meninggal 2 orang. 452 unit bangunan rusak, 21 unit rusak berat, 66 unit rusak sedang dan 365 unit rusak ringan.

"Pada bulan November merupakan frekuensi tertinggi yang dilaporkan masyarakat, tercatat ada 58 kasus. Kemudia laporan terendah yaitu pada bulan Agustus, tercatat ada 6 kasus," kata Zulkarnain,Rabu (05/0/2022).

Menurutnya, cuaca ekstrem dan longsor paling mendominasi, masing-masing 74 kali dan 70 kali dan terendah yaitu gempa bumi ada 2 kali. Nilai kerugian yang terbesar berasal dari jenis kebakaran, Rp. 3.747.500.000, prakiraan luas area terdampak 0,26 hektar, disusul dengan taksiran kerugian banjir mencapai Rp. 2.113.550.000, dan prakiraan luas area terdampak 52,89 hektar.

"Wilayah tertinggi ada di Kecamatan Gunung Puyuh, tercatat ada 47 kali, jadi yang tertinggi itu berasal dari Kelurahan Karang Tengah, dan terendah itu di Kecamatan Baros. Catatan SIEDAN juga menunjukkan Kelurahan Gunung Parang dan Kelurahan Cikole nihil aduan tertulis," ujarnya.

Berikut ringkasan jenis kejadian, frekuensi, taksiran nilai kerugian dan area yang terdampak diantaranya, banjir 40 kali, dengan taksiran kerugian mencapai Rp. 2.113.550.000 dan prakiraan luas area terdampak 528.926 meter persegi. Cuaca ekstrem 74 kali, dengan taksiran kerugian mencapai Rp. 1.361.700.000 dan prakiraan luas area terdampak 6.599 meter persegi. Kemudian kebakaran 27 kali, dengan taksiran kerugian mencapai Rp 3.747.500.000 dan prakiraan luas area terdampak 2.528 meter persegi.

"Untuk kejadian tanah longsor ada 70 kali, akibatnya taksiran kerugian mencapai Rp. 1.872.385.350, dan prakiraan luas area terdampak 8.715 meter persegi. Untuk bencana angin puting beliung ada 4 kali, akibatnya taksiran kerugian mencapai Rp. 110.000.000 dan prakiraan luas area terdampak 271 meter persegi. Dan terakhir ada 2 kali, dengan sebaran di 7 Kecamatan," bebernya.

Sebaran kejadian berdasarkan wilayah, Kecamatan Gunungpuyuh menempati peringkat tertinggi yakni ada 47 kali, disusul Kecamatan Lembursitu ada 40 kali, Kecamatan Cikole 36 kali, Kecamatan Warudoyong ada 28 kali, Kecamatan Citamiang ada 25 kali, dan laporan yang terendah berasal dari Kecamatan Cibeureum ada 20 kali, Kecamatan Baros ada 19 kali.

"Kalau kejadian berdasarkan kalender pada 2021, terdapat lonjakan tinggi pada bulan November 58 kejadian, bulan Juni 34 kejadian, Maret 26 kejadian, Oktober 19 kejadian, Januari 15 kejadian, September 12 kejadian, April 11 kejadian, Mei 10 kejadian, Desember 10 kejadian, Februari dan Juli ada 8 kejadian, serta Agustus ada 6 kejadian," ungkapnya.

Berkaitan hal tersebut pihaknya telah melakukan penanggulangan bencana, mulai dari prabencana, saat bencana, dan pasca bencana dalam bentuk upaya-upaya salah satunya, yakni menetapkan keadaan status siaga banjir dan longsor dari bulan 15 November 2021 hingga 30 April 2022.

"Kita juga sudah mengeluarkan surat edaran tentang antisipasi bencana hidrometeorologi, kemudian tentang aksi sadar bencana di setiap tanggal 26, dan menerbitkan surat edaran Wali Kota Sukabumi tentang panduan keselamatan kegiatan di alam terbuka," pungkasnya. 

- R3. 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tahun 2021 Bencana Alam di Kota Sukabumi Meningkat Dibanding Tahun Sebelumnya

Trending Now

Iklan