Tahun 2021, Kasus Narkotika dan Obat Berbahaya di Wilhum Polres Sukabumi Kota Alami Peningkatan dari Tahun Sebelumnya

03 Januari, 2022 | 5:46 PM WIB Last Updated 2022-01-03T10:57:07Z

KILASINFO.ID, Sukabumi Kota - Berdasarkan data Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sukabumi Kota dari jumlah Tindak Pidana (JTP) kasus narkotika dan obat berbahaya dari priode Januari hingga Desember 2021, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Kasat Resnarkoba Polres Sukabumi Kota, AKP Ma'ruf Murdianto, mengatakan dari JTP Kasus narkotika dan obat berbahaya ditotalkan pada 2019 hingga Desember 2021 ada sebanyak 337 kasus, dan tersangka ada sebanyak 450 orang. Hal tersebut menunjukan bahwa kasus peredaran narkotika dan obat berbahaya di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota semakin meningkat.

“ Berdasarkan data pada 2019, tercatat ada 112 kasus, dan tersangka 158 orang, serta barang bukti yang diamankan, sabu 812,95 gram, ganja 1 Kg 3 ons 53,98 gram, dan 11 tangkai tunas pohon ganja, obat berbahaya 16.536 butir, inex/ekstasi 3 butir, dan tembakau gorila 0,8 gram,” jelasnya.

Selanjutnya pada 2020 tercatat ada 106 kasus dan tersangka ada 146 orang, serta barang bukti yang diamankan, sabu 1 Kg 3 ons 89,06 gram, ganja 1 Kg 7 ons 67,49 gram, obat berbahaya 88.562 butir, inex/ekstasi 29 butir.

Kemudian sejak pada 2021, ada 119 kasus dan tersangka ada 146 orang, serta barang bukti yang diamankan, sabu kurang lebih 1 Kg 4 ons 59,78 gram, ganja 402,45 gram, obat berbahaya kurang lebih 47.572 butir, psikotropika kurang lebih 713 butir, dan tembakau sintesis kurang lebih 71,57 gram.

"Sekarang itu kasus narkoba semakin meningkat, kalau dibandingkan dengan tahun kemarin itu ada 106 kasus, tahun sekarang dalam priode Januari hingga Desember 2021 itu sudah ada 119 kasus," ungkap Ma'ruf, pada Senin (3/1/2022).

Lebih lanjut, Ma'ruf menambahkan, rata-rata modus operandinya itu seperti biasa dengan cara sistem transfer via rekening, ada sistem tempel atau peta, ada juga yang melalui jasa pengiriman barang, kemudian juga ada yang secara langsung.

 "Jadi peredaran kasus ini, rata-ratanya masih seperti itu," ujarnya.

Lebih lanjut  Ma'ruf, Adapun peredaran narkotika dan obat berbahaya ini, berbagai macam cara yang dilakukan oleh para tersangka, ada yang dari dalam kota, ada juga yang dari luar kota. Maka dari itu untuk meminimalisir kasus peredaran narkotika dan obat berbahaya, pihaknya menghimbau kepada masyarakat khususnya di Kota Sukabumi agar segera melapor kepada Polisi.

"Kami menghimbau kepada masyarakat apabila ada indikasi penyebaran narkotika dan obat berbahaya, untuk segera melapor, dan akan kami tindak lanjuti," pungkasnya. 
- R3.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tahun 2021, Kasus Narkotika dan Obat Berbahaya di Wilhum Polres Sukabumi Kota Alami Peningkatan dari Tahun Sebelumnya

Trending Now

Iklan