Tanggapan Camat dan Sekda Sukabumi, Soal Meninggalnya Anak MI Usai Divaksin Covid-19

21 Januari, 2022 | 11:20 PM WIB Last Updated 2022-01-22T07:15:16Z
Sekretaris Daerah(Sekda) Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman. Foto : Boy

KILASINFO.ID, Sukabumi - Sempat alami demam tinggi, seorang siswa kelas 6 MI Citamiang Sukabumi dikabarkan meninggal dunia usai mendapatkan vaksinasi anak 6-11 tahun di Sekolahnya, pada hari Sabtu (15/01/2022). 


MD (12 tahun) asal Sekolah  MI Citamiang warga
 Kampung Citamiang RT 05/01 Desa Citamiang Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sempat mendapatkan perawatan di salah satu Rumah sakit Swasta namun akhirnya dikabarkan meninggal dunia, Jumat (21/01/2022) dini hari, sekitar pukul 03.15 WIB. 


Menanggapi hal tersebut Camat Kadudampit Yanti Budiningsih angkat bicara terkait siswa kelas 6 SD yang meninggal dunia seusai vaksinasi Covid-19 di sekolahnya. 


" Saat ini, Dinkes Kabupaten Sukabumi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban,"jelasnya.


Lebih lanjut Yanti mengatakan, saat ini masih belum bisa mengatakan penyebab kematian korban berasal dari vaksin atau bukan. 


"Kami belum tahu apakah ini Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (Kipi) atau bukan. Karena kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari Komda Kipi. Kalau berasal dari vaksin, mungkin kita semua sudah meninggal," Ucap Yanti, Jumat (21/1/2022).


Pihaknya menyatakan, vaksinator dari Puskesmas Kadudampit telah melaksanakan tugas seusai standar operasional prosedur (SOP). 


"Dari hasil skrining, tidak ditemukan masalah kesehatan, kemudian anak dalam keadaan sehat sehingga layak untuk divaksin," ujar Yanti.


Masih menurut Yanti, anak mengalami demam, kedua orang tua korban tidak tahu harus dibawa ke mana, sehingga korban dibawa ke Rumah Sakit Betha Medika Cisaat. Sedangkan tim yang menangani Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (Kipi) tersebut di Rumah Sakit Sekarwangi Cibadak.


"Saya ingin sampaikan bahwa vaksinasi itu adalah ikhtiar kita bersama, upaya yang harus dilakukan. Tujuannya tentu saja ingin menjaga masyarakat dari kesakitan, jangan sampai masyarakat ini terkena Covid-19. Namun ketika terjadi keadaan yang tidak diharapkan seperti ini, mungkin ini dari bagian kelemahan dari manusia, mungkin saja ada penyakit bawaan yang tidak terdeksi ketika skrining atau lainnya," tutur Yanti. 

Program vaksinasi, diadakan oleh pemerintah untuk melindungi masyarakat dari kematian akibat covid-19 dan berharap masyarakat harap tenang menyikapi kejadian ini sambil menunggu hasil, apakah ini akibat KIPI atau bukan. 


"Mari kita sama-sama melaksanakan vaksinasi untuk membangun herd immunity agar semua terjaga," tandasnya Yanti.


Sementara itu Sekretaris Daerah(Sekda) Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman, meminta semua pihak agar tidak mengaitkan kematian anak SD dengan hal lain terlebih dahulu sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.

"Ini merupakan takdir Allah, sebenarnya kuncinya kita harus ikhlas dan jangan dikaitkan dengan yang lain-lain dulu," singkatnya.


- R3.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tanggapan Camat dan Sekda Sukabumi, Soal Meninggalnya Anak MI Usai Divaksin Covid-19

Trending Now

Iklan