Waketum MUI Anwar Abbas Mengkritik Demokrasi Tanpa Oposisi Terasa Hambar

21 Januari, 2022 | 10:10 AM WIB Last Updated 2022-01-21T03:13:49Z


Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas. 
Foto : Istimewa. 

KILASINFO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Umum (Waketum)Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengkritik demokrasi tanpa oposisi yang menurutnya terasa hambar. Anwar pun menyebut demokrasi tersebut bak gulai tanpa garam.

"Demokrasi tanpa oposisi, karena kehidupan berbangsa dan bernegara yang semestinya dinamis menjadi terasa hambar karena suara yang terdengar oleh kita hanya suara dari itu-itu saja. Di mana tidak ada kritisisme dan perdebatan yang benar-benar substansial," kata Anwar dalam keterangan tertulisnya, dilansir dari sindonews, Jumat (21/1/2022).

Menurut  Anwar, rakyat hanya mendengar ketokan palu yang membuat suasana hati merasa tidak enak dan nyaman karena kekecewaan-kekecewaan atas hal tersebut.  Sehingga Anwar menilai rakyat  tidak lagi dapat merangsang dan mendorong untuk berpikir lebih keras lagi bagi kebaikan dan kemajuan bangsa.

Bahkan yang lebih mengenaskan, lanjut Anwar jika ada suara-suara masyarakat yang berbeda langsung dicurigai sehingga para buzzer dan pihak-pihak tertentu lainnya. Lantas mereka langsung dihantam, dibully serta orang-orang membentuk opini dengan mencap yang bersangkutan seperti anti Pancasila dan anti NKRI.

"Akhirnya orang-orang yang masih punya hati dan pikiran jernih tersebut kehidupannya menjadi diliputi oleh ketakutan-ketakutan karena apa pun yang mereka buat dan lakukan selalu digebuk, diawasi dan dicurigai oleh pihak-pihak tertentu yang katanya siap untuk memenjarakan yang bersangkutan bila mereka berani bicara berbeda dengan apa yang dimaui oleh rezim yang berkuasa,"tandasnay dia.

- Redaksi.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Waketum MUI Anwar Abbas Mengkritik Demokrasi Tanpa Oposisi Terasa Hambar

Trending Now

Iklan