Assda 1 Ade Setiawan Sebut Data di Kabupaten Sukabumi Belum Terkelola dengan Baik

22 Februari, 2022 | 12:42 PM WIB Last Updated 2022-02-22T05:42:00Z

Pembahasan pembentukan Forum Data Indonesia tingkat Kabupaten Sukabumi. Foto : Istimewa

SUKABUMI, KILASINFO.id – Asisten daerah (Assda) 1 Ade Setiawan menyebut bahwa saat ini data Pemerintah kabupaten (Pemkab) Sukabumi belum terkelola dengan baik dan belum satu pintu.

Padahal, data yang akurat itu penting dan bisa dipertanggungjawabkan untuk mendukung pengambilan kebijakan dan layanan publik.

"Sekarang data belum terkelola satu pintu,” kata Ade Setiawan saat rapat koordinasi Sukabumi Satu Data di Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Cikembang, Senin (21/2/2022), dikutif dari laman resmi Facebook Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Menurut Ade, perlu ada penyusunan satu data, sehingga data ini akan menjadi informasi yang bermanfaat bagi pengambilan kebijakan serta langkah-langkah strategis untuk berbagai sektor layanan publik.

Hal yang sama disampaikan juga oleh Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sri Hastuty Harahap, yang menyatakan bahwa terkait data tersebut masih banyak yang kurang memahami betapa pentingnya data.

"Artinya masih banyak menganggap data kurang penting, atau kalaupun ada datanya tidak terdokumentasikan dengan baik,” katanya.

Karena itu, perlu adanya pengorganisasian pengelolaan satu data di Kabupaten Sukabumi yang terdiri dari Koordinator (Bappelitbangda), Walidata (Diskominfo) dan Produsen data  yaitu BPS.

Sekedar diketahui, pembahasan pembentukan Forum Data Indonesia di tingkat Kabupaten Sukabumi diamanatkan Perpres No 39/2019 tentang satu data Indonesia. Perpres No 95 / 2018 Tentang sistem pemerintahan berbasis elektronik, dan Perpres No 96 th 2014 Tentang Rencana pitalebar Indonesia.***

Ade Sutisna

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Assda 1 Ade Setiawan Sebut Data di Kabupaten Sukabumi Belum Terkelola dengan Baik

Trending Now

Iklan