Imbas Harga Kedelai Melonjak, Produsen Tahu Tempe Akan Naikan Harga

KILASINFO.ID
15 Februari, 2022 | 11:39 AM WIB Last Updated 2022-02-15T04:39:30Z

Tempe. Foto : suara.com

BANDUNG, KILASINFO.id - Produsen tahu tempe berencana menaikkan harga imbas kenaikan harga bahan baku kedelai yang melonjak.

Sebelumnya, sebanyak 7000 produsen akan terlebih dulu menggelar mogok serentak selama 3 hari sejak 21 sampai 23 Februari 2022.

Ini diungkapkan Ketua Pusat Koperasi Produsen tahu tempe Indonesia (Puskopti) Daerah Jawa Barat Asep Nurdin, dikutif Liputan6.com.

Masih di laman Liputan6.com, Asep mengatakan jika harga tahu tempe naik mencapai 30 persen dari harga jual awal. Di mana, harga jual tahu dan tempe naik dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000.

"Ya itu terpaksa dinaikkan harganya oleh pengrajin. Jadi masyarakat tidak kaget kalau ada kenaikan ini. Karena kita awali dengan mogok atau berhenti produksi ini," kata Asep saat dihubungi di Bandung, Senin (14/2/2022).

Dia menuturkan jika kenaikan harga jual mengikuti melonjaknya harga kedelai.  Pada 2021, harga kedelai masih sekitar Rp 8.000 - Rp 9.000 per kilogram. Saat ini harganya sudah Rp 10.000 - Rp 11.000 per kg di tingkat eceran.

Ini pula yang mendorong produsen akan menggelar protes alias mogok produksi. "Memang pada umumnya kenaikan harga setiap awal tahun. Jadi ada keinginan untuk mogok produksi itu karena sudah naik terus, nggak ada turun - turunnya gitu," ujar Asep.

Asep mengatakan mogok produksi dilakukan agar masyarakat mengetahui jika kenaikan harga kedelai berdampak terhadap harga jual tempe dan tahu.

Sebelumnya, kelompok yang sama telah melakukan aksi serupa pada Januari 2021. Aksi dilakukan usai harga kedelai naik dari Rp 6.000 - 7.000 per kg menjadi Rp 9.400 - 10 ribu per kg.

"Kita meminta dulu meminta kepada pemerintah memenuhi janji akan mengucurkan subsidi pembelian impor kedelai dari Amerika Serikat di kisaran Rp 2.000 - Rp 3.000 per kilogram. Tetapi sampai kini belum ada realisasinya," ucap Asep.

Asep meminta pemerintah harus serius menangani swasembada kedelai dari program kucuran dana APBN yang tidak berjalan mulus.

Tujuannya agar kebutuhan kedelai dalam negeri terpenuhi dengan baik tanpa tergantung kepada importir.

"Apabila Indonesia memiliki kedelai sendiri, tidak masalah harga jual tahu tempe ke konsumen dinaikkan. Karena menguntungkan terhadap petani kedelai dalam negeri," sebut Asep.

Puskopti Daerah Jawa Barat menyatakan secara keseluruan terdapat 15 ribu pengrajin tahu tempe yang ada. Tetapi yang bergabung dengan kelompok tersebut hanya 7.000.*


Abdul Azis

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Imbas Harga Kedelai Melonjak, Produsen Tahu Tempe Akan Naikan Harga

Trending Now

Iklan