Iuran Kelas 1,2,3 BPJS Kesehatan Akan Dihapus, Apakah Tarif Baru Lebih Murah?

KILASINFO.ID
04 Februari, 2022 | 8:38 AM WIB Last Updated 2022-02-04T01:38:42Z

 

Foto : cdn1.katadata.co.id

JAKARTA, KILASINFO.ID - Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta BPJS Kesehatan bakal mulai diterapkan secara penuh di seluruh rumah sakit di Indonesia pada tahun 2024 mendatang.

Sementara, untuk awal tahun 2022, penerapan KRIS JKN masuk dalam tahap persiapan.

Tahun ini akan mulai dilakukan uji coba KRIS JKN bersama Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan.

Uji coba dilakukan di beberapa rumah sakit yang sudah memenuhi persyaratan fasilitas rawat inap untuk pasien.

Adapun pada tahun 2023, KRIS JKN bakal mulai diterapkan secara bertahap di rumah sakit umum daerah (RSUD) dan rumah sakit swasta.

Targetnya pada 2024 mendatang seluruh rumah sakit pemerintah maupun swasta di semua daerah di Indonesia sudah menerapkan KRIS JKN BPJS Kesehatan.

Saat ini, perawatan pasien dan iuran peserta BPJS Kesehatan masih menerapkan standar lama dengan 3 kelas yaitu kelas 1, 2 dan kelas 3.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan, iuran BPJS Kesehatan terbagi 3 kelas, yaitu :

Kelas I: Rp 150.000 per orang

Kelas II: Rp 100.000 per orang

Kelas III: Rp 35.000 per orang

Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Muttaqien mengatakan rencana penghapusan kelas BPJS Kesehatan jadi kelas rawat inap standar (KRIS) rencananya diterapkan paling lambat 1 Januari 2023.

Saat ini rencana tersebut masih dalam tahap finalisasi pembahasan. Pemerintah melalui DJSN juga sedang mempersiapkan regulasi, infrastruktur, hingga sumber daya manusia (SDM).

"Terkait rencana pelaksanaan KRIS JKN, masih sesuai dengan amanat Perpres Nomor 64 Tahun 2020 pasal 54B dan PP 47 Tahun 2021 pasal 84 huruf b yang menyatakan pelayanan rawat inap kelas standar diterapkan paling lambat 1 Januari 2023," kata Muttaqien,   Rabu (5/1/2022) lalu.

Dilansir dari Kompas.com, pemerintah berencana memberlakukan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) untuk peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan.

Dengan diberlakukan KRIS, nantinya kelas rawat inap menjadi tunggal tidak terbagi menjadi kelas 1, 2, dan 3 seperti yang selama ini berlaku.

Kelas rawat inap standar (KRIS) bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan bakal diujicobakan pada 2022.

Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Asih Eka Putri menjelaskan bahwa kebijakan kelas standar pada pelayanan rawat inap BPJS Kesehatan diberlakukan setelah pengundangan Peraturan Presiden (Perpres) No 82/2018.

“Diupayakan paling lambat semester 2 tahun 2022,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (26/1/2022).

Ia melanjutkan, dengan adanya kebijakan ini, maka kelas rawat inap yang saat ini berdasarkan kelas 1, 2, dan 3 tanpa adanya kriteria baku akan berubah.

Perubahan tersebut yakni menjadi kelas rawat inap standar berdasarkan 12 kriteria untuk seluruh peserta JKN.

Saat disinggung ada tidaknya perubahan iuran peserta JKN BPJS Kesehatan setelah penerapan rawat inap standar, Asih mengatakan masih dirumuskan.

“Iuran JKN masih dirumuskan dengan mempertimbangkan kelas rawat inap JKN,” ungkapnya.

Ia mengatakan, nantinya akan ada penyesuaian manfaat yang sesuai dengan kebutuhan dasar kesehatan dan berbagai faktor lainnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Anggota DJSN unsur tokoh/ahli Muttaqien.

Ia mengatakan bahwa terkait iuran yang nantinya diterapkan, saat ini masih dalam pembahasan.

“Masih dibahas di internal pemerintah dan BPJS Kesehatan,” ujar Muttaqien terpisah, Rabu (26/1/2022).

Pelaksanaan kelas rawat inap standar BPJS Kesehatan tersebut akan diujicoba terlebih dahulu pada 2022.

Pelaksanaannya bertahap berdasarkan 12 kriteria yang ada. Adapun kriteria tersebut yakni :

- Bahan bangunan di rumah sakit tidak memiliki porositas yang tinggi

- Ventilasi udara

-Pencahayaan ruangan

- Kelengkapan Tempat Tidur (TT)

- Tersedia nakes 1 buah per TT

- Dapat mempertahankan dengan stabil suhu ruangan 20-26 derajat celsius

- Kepadatan ruang rawat dan kualitas

- Tirai atau Partisi rel dibenamkan atau menempel plafon bahan tidak berpori

- Kamar mandi di dalam ruangan inap

- Kamar mandi sesuai standar aksesbilitas

- Outlet oksigen. (**)

 

Sumber : kompas.com

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Iuran Kelas 1,2,3 BPJS Kesehatan Akan Dihapus, Apakah Tarif Baru Lebih Murah?

Trending Now

Iklan