Jual Gas LPG 3 Kg Diatas HET, Agen dan PT Diperiksa Kejaksaan Kabupaten Sukabumi

04 Februari, 2022 | 7:57 PM WIB Last Updated 2022-02-04T12:59:06Z
Foto : fokuspriangan.id

SUKABUMI, KILASINFO.ID- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat melakukan penyelidikan dengan melakukan pemanggilan terhadap agen atas laporan masyarakat soal adanya penjualan LPG 3 Kg yang diduga tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Kami mendapatkan laporan masyarakat pada awal Januari 2022 bahwa harga gas LPG 3 Kg melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET)," kata Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Sukabumi Aditia Sulaeman.

Ada laporan dari masyarakat lanjut Aditia, pihaknya menindak lanjuti laporan tersebut dengan melakukan Pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) Puldata (pengumpulan data-data) dulu. 

"Jadi diduga ada harga gas 3 Kg di lapangan mahal dan ada permainan antara pangkalan dan agen, dari laporan tindaklanjuti dan ditemukanlah ada salah satu warung di daerah Ciambar, daerah Parungkuda menjual tabung gas di atas HET," jelasnya.

Kemudian masih kata Aditia, di warung tersebut juga ditemukan sejumlah gas yang melebihi batas yang seharusnya. "Ini warung seperti pangkalan, seharusnya kalau ada lebih dari 70 sampai 80 tabung adalah pangkalan bukan warung. 

"Setelah ditelusuri ternyata mereka didrop oleh salah satu pangkalan dan juga yang ada di bawah binaan PT Arta Jatra," bebernya. 

Dalam penyaluran sendiri, si warung membeli di pangkalan mahal, jadi jual di atas itu karena masih ingin mendapatkan keuntungan dalam menjual gas.

"Ya akhirnya, jualnya lebih dari 16 ribu, karena harga dari pangkalan lebih dari 16 ribu," ungkapnya. 

Akibat dari itu, di lapangan terjadi kelangkaan harga Rp16 ribu dari tabung gas LPG 3 Kg, hal itu dibuktikannya dari hasil penyelidikan sementara harga jualnya melebihi dari harga seharusnya.

"Bukan kelangkaan gas tapi kelangkaan harga, di mana-mana tidak pernah ada sekarang menjual harga Rp16 ribu, yang ada harganya minimal 18 ribu, maksimal Rp 30 ribu, seperti di daerah Jampang," sebutnya. 

Dalam proses Pulbaket dan Puldata, tambah Aditia, ditemukan adanya suatu proses administrasi dan juga penyaluran yang tidak benar. 

"Untuk hasil akhirnya nanti kita lihat hasil pemeriksaan. Kita harus mengumpulkan beberapa agen, pangkalan, warung terkait pendistribusian, apakah sesuai dengan yang diharapkan oleh pemerintah ataupun sesuai dengan aturan atau menyimpang dari ketentuan dan konsekuensinya bisa berakibat hukum," tegasnya. 

Sampai saat ini, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap 12 PT selaku agen, kejaksaan juga akan melakukan pemanggilan terhadap Hiswana Migas dan Pertamina untuk dimintai keterangan. 

"Banyak sudah 12 PT yang di periksa dan masih berlanjut. Ada 15 sampai 17 PT. Hiswana Migas pun pasti dimintai keterangan, " tutupnya. (**)


Redaksi

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jual Gas LPG 3 Kg Diatas HET, Agen dan PT Diperiksa Kejaksaan Kabupaten Sukabumi

Trending Now

Iklan