Keren, Subsektor Kreatif Ekonomi Tertinggi di Jabar Yakni Kerajinan Tangan, Kuliner, dan fashion

KILASINFO.ID
25 Februari, 2022 | 2:47 PM WIB Last Updated 2022-02-25T07:47:08Z


Busana muslim Tasikmalaya. Foto : mariberkarya.com

BANDUNG, KILASINFO.id – Pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat (Jabar) di masa pandemi ini telah menyebar kuisioner terkait ekonomi kerakyatan. Hasil yang diperoleh diantaranya, 40 persen menyatakan akan pentingnya membuat cara-cara baru di masa pandemi untuk dapat menjalankan bisnis.

Terkait hal itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja, menyatakan pihaknya mendorong pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis kreativitas di Jabar supaya ekonomi rakyat tetap bisa bertahan pasca pandemi. 

“Hasil kuisioner, kita harus memperkaya kemampuan masyarakat yang bergerak di ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu lahirlah apa yang kita namakan ekonomi kreatif di Jawa Barat, dan ini harus kita dorong," kata Setiawan saat seminar Internasional U20 Fostering Collaboration Between Cities to Accelerate Solution Towards Climate Change, The Pandemic, and Economy Recovery, di Hotel Mercure City Center Bandung, kemarin (24/02/2022). 

 Ia juga memaparkan, dilihat dari subsektor kreatif ekonomi yang tertinggi di Jabar adalah kerajinan tangan, kedua kuliner, dan yang ketiga adalah fashion. 

"Ada tiga kota, yakni Kota yakni Bandung, Kabupaten Bandung dan Kota Depok menonjol masuk kategori dalam ekonomi kreatif,” jelasnya. 

Setiawan menambhakan, Pemda Provinsi Jabar mengeluarkan Creative Economic Development Action Plan 2021-2025, yang melibatkan berbagai unsur tak hanya pemerintah, melainkan juga akademisi, komunitas, bisnis dan media. 

"Inti dari Action Plan yang dibangun, yang paling penting ketika kita bicara masa pandemi dan setelah pandemi, yaitu bagaimana akses terhadap digital. Seperti terhadap UMKM, kami melakukan intervensi untuk pengembangan digital khusus di bisnis UMKM tersebut," katanya. 

Sementara itu dalam upaya pengembangan sektor ekonomi kratif, Pemda Provinsi Jabar menyiapkan infrastruktur seperti membangun Creative Center misalnya di Subang, Purwakarta, Bekasi, Bogor, Bandung, dan Cirebon.  

Provinsi Jabar menggulirkan pula Program One Village One Company (OVOC), satu desa mempunyai satu bisnis unggulan, serta Program OPOP (One Pesantren One Product), satu pesantren memiliki satu bisnis unggulan. 

"Ada juga Program Kredit Mesra. Kita bekerja sama dengan bank daerah untuk memberikan pinjaman tanpa bunga. Pola ini sangat membantu pelaku ekonomi kerakyatan, tapi mereka juga dituntut untuk lebih kreatif di dalam mengembangkan produk-produknya," ucapnya.

Tak hanya itu, Pemda Provinsi Jabar juga memberikan dukungan permodalan untuk pelaku ekonomi kreatif bekerja sama dengan sejumlah lembaga keuangan guna pengembangan produksi ekonomi mereka. 

"Jabar selalu berupaya bagaimana caranya agar ekonomi kita, khususnya ekonomi kerakyatan yang kita kemas menjadi ekonomi kreatif tetap bertahan di masa pandemi, maupun setelah pandemi,” katanya.*

Source : jabarprov.go.id

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Keren, Subsektor Kreatif Ekonomi Tertinggi di Jabar Yakni Kerajinan Tangan, Kuliner, dan fashion

Trending Now

Iklan