PBB : Polusi Udara Lebih Mematikan daripada Covid-19

KILASINFO.ID
16 Februari, 2022 | 1:35 PM WIB Last Updated 2022-02-16T06:35:21Z


Polusi dari pestisida, plastik, dan limbah elektronik menyebabkan pelanggaran HAM yang meluas dan sedikitnya 9 juta kematian dini per tahun. Foto : intisari Online-Grid.id

JENEWA, KILASINFO.id – Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyebut polusi yang ditimbulkan banyak negara dan perusahaan berkontribusi terhadap lebih banyak kematian secara global daripada Covid-19.

Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (15/2/2022), kesimpulan itu disampaikan dalam laporan lingkungan hidup PBB yang menyerukan "tindakan segera dan ambisius" untuk melarang beberapa bahan kimia beracun.

Melansir laman grid.id, laporan PBB itu menyatakan polusi dari pestisida, plastik, dan limbah elektronik menyebabkan pelanggaran hak asasi manusia yang meluas serta sedikitnya 9 juta kematian dini per tahun, dan sebagian besar masalah itu diabaikan.

Sementara, menurut agregator data Worldometer, pandemi virus corona telah menyebabkan hampir 5,9 juta kematian.

“Pendekatan saat ini untuk mengelola risiko yang ditimbulkan oleh polusi dan zat beracun jelas gagal, yang mengakibatkan pelanggaran luas terhadap hak atas lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” kata Pelapor Khusus PBB David Boyd, menyimpulkan dikutif grid.id.

Laporan PBB mendesak larangan polifluoroalkil dan perfluoroalkil, zat buatan manusia yang digunakan dalam produk rumah tangga seperti peralatan masak antilengket yang telah dikaitkan dengan kanker dan dijuluki "bahan kimia selamanya" karena tidak mudah rusak.

Laporan ini juga merekomendasikan pembersihan lokasi yang tercemar dan, dalam kasus ekstrem, kemungkinan relokasi masyarakat yang terkena dampak - banyak dari mereka miskin, terpinggirkan dan pribumi - dari apa yang disebut "zona pengorbanan".

Istilah itu, yang awalnya digunakan untuk menggambarkan zona uji coba nuklir, diperluas dalam laporan untuk mencakup situs atau tempat yang sangat terkontaminasi yang tidak dapat dihuni oleh perubahan iklim.

Kepala HAM PBB Michelle Bachelet menyebut ancaman lingkungan sebagai tantangan hak global terbesar, dan semakin banyak kasus keadilan iklim dan lingkungan yang menuntut hak asasi manusia dengan sukses.*

Bambang Setian

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • PBB : Polusi Udara Lebih Mematikan daripada Covid-19

Trending Now

Iklan