Perubahan Teknologi, Pemerintah Lakukan Berbagai Upaya Tingkatkan Kualitas SDM

KILASINFO.ID
08 Februari, 2022 | 7:09 PM WIB Last Updated 2022-02-09T02:15:14Z


 Wapres Ma’ruf Amin. Foto : mobile.twitter.com

JAKARTA,KILASINFO.ID - Pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar pembangunan terus berjalan dan tidak tertinggal. Salah satu pilihan model pembangunan yang relevan saat ini adalah harus mengikuti gelombang perubahan teknologi agar bisa mencapai kemajuan dan kesejahteraan. 

“Pemerintah sangat menyadari pentingnya pembangunan berbasis teknologi, sehingga seluruh sumber daya, kebijakan, anggaran, dan pelaksanaan pembangunan dikerahkan untuk memastikan agar peningkatan mutu SDM terus terjadi,” ujar Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’ruf Amin pada acara Indonesia Economic Outlook 2022 National Seminar, Senin (07/02/2022), secara virtual.

Wapres menegaskan bahwa secara umum upaya-upaya yang sudah dilakukan pemerintah akan terus dikembangkan.

“Peningkatan keterampilan digerakkan, salah satunya lewat Kartu Prakerja dan BLK Komunitas, penyediaan dana abadi riset, beasiswa mahasiswa di dalam dan luar negeri dinaikkan, juga pertukaran pelajar, fasilitas digitalisasi misalnya pembangunan serat optik, dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Dikutip dari laman setkab.go.id, -- Wapres menyoroti masih kurangnya tenaga peneliti, khususnya di lingkungan institusi pendidikan dan riset yang menjadi jangkar ekonomi yang akan memimpin dan mendorong arah pembangunan ekonomi.

“Data UNESCO InstituteforStatistics 2016-2018 menunjukkan jumlah peneliti di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan negara lain. Jumlah peneliti setara penuh waktu per satu juta penduduk di Indonesia hanya sebanyak 216 pada tahun 2018, sedangkan Cina dan Rusia jumlah penelitinya masing-masing berurutan sebanyak 1.307 dan 2.784 per satu juta penduduk pada tahun 2018,” tuturnya.

Kondisi itulah, menurut Wapres merupakan penyebab jumlah paten di Indonesia hingga saat ini masih dinilai sedikit.

“Pada tahun 2020 jumlah paten di Indonesia hanya 1.309, sementara itu jumlah paten di Brasil pada tahun yang sama mencapai 5.280, India 23.141, Amerika Serikat 269.586, dan Tiongkok bahkan telah mencapai 1.344.817 aplikasi paten data dari World Intellectual Property Organization 2021,” ungkapnya.

Wapres juga berpesan agar bekali kemampuan diri dengan kapasitas kewirausahaan.

“Kewirausahaan akan menjadi medium inovasi untuk membiakkan produk dan lapangan kerja. Itulah bahan bakar utama kesejahteraan,” tuturnya.

Sebelumnya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Teguh Dartanto menyampaikan di tahun 2022 masih penuh ketidakpastian perekonomian karena pandemi COVID-19 yang masih belum berakhir serta kenaikan inflasi di berbagai negara besar, namun hal ini harus disikapi optimistis dengan berusaha membangkitkan perekonomian nasional.

“Kita tidak boleh pesimistis, bahwa ekonomi kita harus melakukan transformasi sehingga kita bisa memperbaiki masalah-masalah fundamental dalam perekonomian sehingga kita bisa semakin kuat, kokoh dalam menyambut pemulihan ekonomi yang green, contactless, dan sustainableeconomicrecovery,” ujar Teguh.*

Ombule

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Perubahan Teknologi, Pemerintah Lakukan Berbagai Upaya Tingkatkan Kualitas SDM

Trending Now

Iklan