Timbulan Sampah di Jawa Barat capai 24.790 ton/hari. Ini yang Dilakukan Pemprov Jabar

23 Februari, 2022 | 1:37 PM WIB Last Updated 2022-02-23T06:38:04Z



Ilustrasi Sampah. Foto : medcom.id

BANDUNG, KILASINFO.id – Bertambahnya volume, jenis dan karakteristik sampah semakin terus beragam, terlebih adanya pandemi Covid-19. Apalagi pertumbuhan penduduk dan pola konsumsi masyarakat menentukan hal tersebut.

Di Jawa Barat sendiri, melansir laman resmi jabarprov.go,id. Banyaknya penduduk Jawa Barat mencapai 49,9 juta, ini berbanding lurus dengan jumlah timbulan sampah yang dihasilkan.

Volume timbulan sampah di Jawa Barat telah mencapai 24.790 ton/hari, yang masuk pengolahan di tempat pemprosesan akhir (TPA) hanya 16.904 ton/hari atau hanya 69,6% berhasil tertangani.

“Sisanya dilakukan dengan berbagai metode dan aksi kolaboratif dengan masyarakat dalam pengelolaan sampah,” ungkap sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Jabar Didi Adji Siddik, dilansir citarumharum.jabarprov.go.id.

Menurut Didi, besarnya volume sampah yang diangkut ke TPA mendorong Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui DLH untuk tidak berhenti berinovasi dalam mengatasi persoalan sampah di Jabar dengan mengembangkan pengelolaan sampah skala regional di lima wilayah. 

“Pengolahan sampah di TPA, merupakan upaya dihilir atau akhir dari seluruh proses pengelolaan sampah, pemerintah sudah menyampaikan konsep pengelolaan sampah dengan konsep 3R (reduse, reuse, recycle),” jelasnya.

Konsep ini, masih jelas Didi, memiliki makna yakni reduce (mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan atau memunculkan sampah), reuse (menggunakan kembali sampah sampah yang masih bisa digunakan atau bisa berfungsi lainnya), recycle (mengolah kembali sampah atau daur ulang menjadi suatu produk atau barang yang dapat bermanfaat).

“Ini diharapkan adanya peran serta masyarakat yang kuat untuk mengatasi persoalan sampah ini,” ucapnya.

Sampah menurut Didi, telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat.

“Dalam pengelolaan sampah diperlukan kepastian hukum, kejelasan tanggung jawab dan kewenangan pemerintah, pemerintahan daerah, serta peran masyarakat dan dunia usaha sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara proporsional, efektif, dan efisien,” tandasnya.

Pengelolaan sampah rumah tangga melalui sistem bank sampah, pengomposan, dan lainnya, perlu terus disosialisasikan dan digalakkan di tengah masyarakat untuk mengatasi masalah sampah rumah tangga yang sering terabaikan selama ini.

“Pengurangan emisi gas rumah kaca melalui sistem bank sampah salah satunya telah diterapkan pada program kampung iklim,” katanya.***

Ade Sutisna

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Timbulan Sampah di Jawa Barat capai 24.790 ton/hari. Ini yang Dilakukan Pemprov Jabar

Trending Now

Iklan