Hidup Sebatang Kara, Kakek Ade Ahmad Tinggal di Gubuk Reot

KILASINFO.ID
25 Maret, 2022 | 12:30 PM WIB Last Updated 2022-03-25T05:45:57Z

Kakek Ade Ahmad.|Ade Yosca

SUKABUMI, KILASINFO.id - Kesedihan harus dirasakan oleh seorang pria lansia yang hidup seorang diri. Namanya Ade Ahmad, di usianya yang sudah menginjak 55 tahun itu harus bertahan hidup tanpa ditemani siapapun.

Kakek Ade, hanya tinggal di sebuah gubuk kecil yang sungguh tidak layak huni di Kampung Cipamulangan, Desa Pondokkasolandeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Namun begitu, ia rela tetap bertahan hidup dalam kondisi yang memilukan tersebut. Bahkan untuk sekedar beristirahat dan tidur saja ia tidak mendapatkan tempat layak, hanya beralaskan tikar dan ditutupi kain sebagai dinding penutup, bahkan untuk penerangan di malam hari ia hanya menggunakan lampu corong.

"Inilah kondisi tempat tinggal bapak, alhamdulillah segini juga, bapak ini tinggal di tanah milik pemerintah, mau gimana lagi yang penting ada tempat buat istirahat, walaupun numpang di tanah orang terus gak ada listrik tapi masih ada lampu corong kalau malam, bapak sih bersyukur saja," ungkapnya.

Bukan hanya itu, kepiluan hidup Kakek Ade juga amat terasa ketika istrinya memilih bercerai dengannya.

"Bapak tinggal sendiri di sini, sudah hampir 1 tahun, dulunya bapak tinggal di Kampung Bojong Larang,  bapak sudah lama bercerai dengan istri, sementar dua anak bapak yang pertama bekerja di restoran di Jakarta dan yang kedua tinggal sama ibu nya. anak yang pertama nanti pulang pas hari raya ke sini," paparnya sambil mata berkaca-kaca kepada Kilasinfo.id. Kamis (24/3/2022).

Kakek Ade harus menerima dan menjalani rasa pahit dari kehidupan. Di usianya yang sudah sangat senja, ia hanya bisa menjalani kehidupan, hari demi hari dengan bekerja sebagai pengepul rongsok dan mengambil sampah dari warga sekitar gubuknya.

"Keseharian bapak ya cari barang rongsok, kalau gak ngambil sampah di rumah warga sekitar sini, Alhamdulillah untuk penghasilan ada dari warga yang bayar kayak iuran gitu, ada yang ngasih Rp5 ribu, ada juga yang ngasih Rp10 ribu," kata lansia asal Cianjur itu.

Masih kata dia, selama ia tinggal bantuan yang ia dapatkan adalah ketika ia mengalami sakit dan dibantu oleh RT dan RW setempat.

"Alhamdulillah, kalau bantuan sih pernah dapat pas bapak sakit, itu dibantu sama RT/RW di sini, kalau bantuan lain belum dapet," jelasnya.

Ade pun memiliki harapan, harapan yang sama dengan orang lain yaitu tempat tinggal yang layak.

"Harapan bapak mah ya cuma pengen punya tempat tinggal yang layak, kasian kalau anak pulang ke sini keadaannya seperti ini," ucapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Pondokkasolandeuh, Ujang Sopandi, menuturkan dulunya Ade Ahmad memang betul warga Desa Pondokkasolandeuh, namun karena rumahnya terkena gusur, akhirnya beliau pindah ke Bojong Larang.***

Ade Yosca

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Hidup Sebatang Kara, Kakek Ade Ahmad Tinggal di Gubuk Reot

Trending Now

Iklan