Lalitya Vinanggie Rahayu Andiri : UU ITE Solusi Kekerasan Berbasis Gender Online

KILASINFO.ID
19 Maret, 2022 | 11:38 AM WIB Last Updated 2022-03-19T04:38:30Z

Lalitya Vinanggie Rahayu Andiri, aktivis sekaligus pemerhati perempuan dan anak. Foto : istimewa

SUKABUMI, KIKASINFO.id - Perkembangan dan inovasi teknologi terjadi dengan sangat pesat, hingga dalam berbagai kasus, tidak seimbang dengan peningkatan kapasitas serta tingkat kewaspadaan seseorang dalam mengakses informasi di internet.

Hal ini akhirnya dimanfaatkan sejumlah oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan. 

Pada saat ini KBGO (Kekerasan berbasis gender online) kian marak terjadi khsususnya di laman instagram beberapa wanita yang memilih jalan hidupnya sendiri dengan independent. 

"Percuma cantik kalau dipertontonkan secara gratis, sangat murahan" salah satu komentar perempuan yang menganggap perempuan lain murahan dengan kehidupan yang dipilihnya.

Salahkah berpendapat seperti itu? 

Patriarki bukan lagi menyoal tentang laki laki yang memegang kekuasaan tertinggi, tetapi tentang bagaimana menghargai apapun jalan kehidupan yang dipilihnya. 

"Memang hidup menyoal tentang sosial, manusia tidak bisa hidup sendirian, dengan alasan sekedar mengingatkan menjadikan semua hal yang sebenarnya penting dan kompleks menjadi terkucil dan tak berharga," ungkap Seorang aktivis sekaligus pemerhati perempuan dan anak, Lalitya Vinanggie Rahayu Andiri (20).

Menurut dia, Perempuan diciptakan sangat berharga jauh sebelum peradaban dimulai, haruskah mengingatkan dengan kata kata murahan atau sarkasme? 

Mulai lah dengan menghargai setiap keputusan individu dan hati-hati atas sekedar mengingatkan yang terucap dari tutur manismu. 

Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik nomor 11 tahun 2008 pasal 27 tentang pencemaran nama baik telah menaungi solusi dari KBGO (Kekerasan Berbasis Gender Online).***

Ade Yosca

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lalitya Vinanggie Rahayu Andiri : UU ITE Solusi Kekerasan Berbasis Gender Online

Trending Now

Iklan