Pasca Longsor, Warga Perbaiki Saluran Irigasi Jebol Bareng Kades

KILASINFO.ID
21 Maret, 2022 | 11:13 AM WIB Last Updated 2022-03-21T04:13:51Z

 

Jalan terbuat dari bambu hasil gotongroyong masyarakat bersama kepala desa Pondokaso Landeuh. Foto : istimewa

SUKABUMI, KILASINFO.id – Kepala Desa Pondokaso Landeuh, Ujang Sopandi, turun dan ajak langsung warga untuk ikut bergotong royong  memperbaiki saluran irigasi jebol akibat longsor yang terjadi pada Jumat (18/3/2022). Kades menyebut jalan lingkungan tak maksimal pasca longsor kemarin.

“Saluran irigasi jebol, setelah diguyur hujan deras. akibatnya, tebing yang lokasinya berada di atas selokan itu, longsor dan mengakibatkan jalan sepanjang kurang lebih 18 meter dengan lebar sekira 2,5 meter longsor dan tidak bisa dilewati oleh warga," kata Ujang kepada wartawan via WhatsApp.

Kejadian tersebut memberikan dampak bagi puluhan warga, sekiranya kurang lebih 50 KK terisolir akibat jalan lingkungan tetputus karena ambruk.

Pihak desa juga disebut Ujang, sudah melakukan upaya dengan melakukan rapat koordinasi dengan Rt Rw setempat untuk memberikan tanggap darurat dengan membuat jembatan darurat menggunakan bambu.

"Jadi pas hari kejadian saya selaku Kepala Desa langsung melakukan rapat di tempat dengan RT RW setempat untuk mengambil bambu yang nantinya kita buat untuk jembatan darurat supaya bisa dilewati pemotor dan pejalan kaki," jelasnya.

Ujang menambahkan sudah melaporkan peristiwa longsor ini kepada pemerintah Kecamatan Parungkuda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas PU Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu, seorang warga setempat Miptah (28) mengatakan, jebolnya saluran irigasi sangat berpengaruh terhadap kegiatan warga sekitar yang terdampak longsor.

Ia berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi agar dapat memberikan bantuan secepatnya untuk memperbaiki saluran irigasi yang jebol tersebut. Ini harus segera dilakukan agar kegiatan para warga bisa normal kembali.

"Kita sudah bekerjasama dengan pihak desa, RT, RW untuk memperbaiki jalan lingkungan yang longsor dengan membuat jembatan darurat dari bambu. Namun, perbaikan ini sifatnya hanya sementara dan tidak akan bertahan lama. Jadi, kalau hujan deras lagi kami khawatir bisa kembali longsor. Apalagi saat ini cuacanya ekstrim," tandas Miptah.*

Ade Yosca

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pasca Longsor, Warga Perbaiki Saluran Irigasi Jebol Bareng Kades

Trending Now

Iklan