Penundaan Pemilu, Ini Seruan Kalangan Aktifis Mahasiswa, Politisi hingga Pengusaha di Kota Sukabumi

KILASINFO.ID
10 Maret, 2022 | 11:53 AM WIB Last Updated 2022-03-10T04:53:29Z

Ilustrasi Pemilu. Photo : Merdeka.com

SUKABUMI, KILASINFO.id - Minggu - minggu ini jagat mainstream dan media sosial di ramaikan dengan adanya wacana penundaan pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang awalnya digulirkan oleh tiga Partai Politik (Parpol) melalui ketua umumnya masing-masing, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Amanat Nasional (PAN). 

Alhasil, wacana tersebut menjadi bola liar sehingga menyebabkan kegaduhan serta polemik dan Pro kontra di berbagai kalangan masyarakat sipil hingga sampai ke daerah.

Di Kota Sukabumi salah satunya, dari mulai aktifis mahasiswa, politisi hingga pengusaha ikut angkat bicara tentang wacana penundaan pemilu 2024.

Ketua umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (PB Himasi), Danial Fadhilah berpendapat, bahwa wacana penundaan pemilu adalah bukti penghianatan konstitusi, bagaimana mungkin ketika kedaulatan negara ada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar ini dikebiri oleh pihak-pihak yang seharusnya bisa mewakili rakyat.

"Tetapi ini malah menginginkan ditundanya pemilu atas dasar kemajuan ekonomi yang mengarah pada kepentingan penguasa," ujarnya, Kamis (10/3/2022).

Menurut Danial, kasus penundaan pemilu di berbagai negara seperti Hongkong, Bolivia, dan Singapura itu terjadi dengan alasan kesehatan ketika lonjakan covid meningkat. Namun dalam kondisi sekarang, alasan kesehatan tidak lagi relevan untuk dilakukannya penundaan pemilu karena Indonesia sendiri sudah melakukan vaksinasi secara menyeluruh untuk seluruh warga negara. 

“Maka jelas, lanjut ia, bahwa pihak yang mengusulkan agar pemilu ini ditunda terlebih mereka adalah para ketua umum partai politik merupakan bagian dari penghianat konstitusi," bebernya.

Adapun jika hal tersebut terjadi, maka jelas akan mempengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara, terkhusus kehidupan berdemokrasi di Sukabumi.

Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan sekarang akan tergerus. Ketidakpercayaan tersebut akan menjadikan masyarakat pun untuk tidak mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

"Masyarakat akan semakin memisahkan diri dari keterlibatannya terhadap penyelenggaraan negara karena para penyelenggara negara pun membuat negara ini tidak mengikuti Konstitusi sebagai acuan utama dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara," tandasnya. 

Sementara itu politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Sukabumi Tedi Untara mengatakan, tidak mungkin pemilu ditunda karena proses dan agenda pemilu sudah di tetapkan dan disepakti oleh  DPR dan pemerintah,

“Gak mungkin, karena tahapan jadwal sudah ada, itu semua secara otomatis menepis wacana penundaan pemilu," tegasnya. 

Namun hal berbeda diungkapkan oleh seorang pengusaha kuliner Sukabumi Ganjar Praputra, ia menyetujui kalau pemilu di undur.

"Dengan pengunduran tersebut persiapan akan lebih matang dari pada tergesa - gesa, karena pesta demokrasi ini serentak di laksanakan di indonesia kemudian dari sisi anggaran ada penghematan biaya tentunya," ungkapnya.***

Ade Yosca

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Penundaan Pemilu, Ini Seruan Kalangan Aktifis Mahasiswa, Politisi hingga Pengusaha di Kota Sukabumi

Trending Now

Iklan