Protes Trayek Baru, Sopir Angkot Cisaat – Sukabumi Mogok Narik

KILASINFO.ID
14 Maret, 2022 | 2:43 PM WIB Last Updated 2022-03-14T07:43:37Z

Mobil Angkot mogok operasi. Foto : istimewa

SUKABUMI, KILASINFO.id – Ratusan sopir angkutan umum trayek 08 jurusan Cisaat - Kota Sukabumi berunjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Sukabumi, Jalan Ir. Djuanda, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi,Senin (14/3/2022).

Dalam aksi itu, mereka juga melakukan aksi mogok beroperasi, dipicu lantaran adanya kebijakan Pemkot terkait perubahan trayek angkutan dari Jalan Stasiun-Zaenal Jakse dan keluar di Jalan Ahmad Yani (gedung BRI). 

Perubahan trayek angkot ini dilakukan Dinas Perhubungan Kota Sukabumi seiring dengan penertiban PKL di tujuh ruas jalan. Aturannya angkot ini akan diarahkan ke Pasar Pelita, reaktivasi trayek angkutan kota ditujukan untuk angkot jurusan 08 dan 01, aturannya mulai diberlakukan hari ini, Senin (14/3/2022).

Sekretaris Paguyuban Sopir Angkot 08, Iwan (33) mengatakan, Pihaknya meminta audiensi dengan DPRD Kota Sukabumi, namun kedatangannya belum ada yang menerima.

 “Sebelum ke kantor DPRD Kota Sukabumi, tadi kita terlebih dahulu ke Dinas Perhubungan tapi tidak ada kesepakatan. Keinginan dari paguyuban, itu jalur jangan dirubah, jalur yang biasa lagi antar penumpang ke Stasiun dan balik lagi,” ujarnya.

Menurut Iwan, rencana aksi tersebut akan dilakukan selama dua sampai tiga hari kedepan. "Iya, dari hasil keputusan bersama dari paguyuban kami akan mogok jalan sampai 2-3 hari kedepan," katanya. 

Sementara salah satu sopir angkot lainnya, Dodi (42) menilai trayek lama kalau dirubah. akan sangat berdampak bagi para sopir saat trayek baru diterapkan, apalagi ini diubah secara sepihak. 

“Pertama mungkin dampak awal dari ini penambahan bensin karena jalur itu jauh, kedua tingkat kriminalitasnya lebih banyak, Ketiga kalau awal untuk pendapatan driver pasti berkurang karena belum ada sosialisasi ke pihak penumpangnya,” ujarnya 

Dikatakan Dodi, pihaknya memang menerima sosialisasi dari Dinas Perhubungan. Namun setelah dipertimbangkan oleh para sopir angkot pihaknya menolak. 

“Harusnya keputusan itu nggak bisa diambil sepihak, pihak driver diikutsertakan, artinya tidak merugikan driver atau tidak merugikan pihak-pihak lain. Saling menguntungkan lah,” ucapnya. 

“Kalau yang saya tampung keinginan driver kembali seperti semula. Penerapan trayek lama ini tidak diberlakukan lagi tetap pengennya seperti semula dari tahun 1999 sampai sekarang,” harapnya.*

Ade Yosca

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Protes Trayek Baru, Sopir Angkot Cisaat – Sukabumi Mogok Narik

Trending Now

Iklan