Tunggu BPOM, Polisi Siap Selidiki Peredaran Kopi Obat Kuat dan Parasetamol

KILASINFO.ID
11 Maret, 2022 | 8:11 AM WIB Last Updated 2022-03-11T01:11:40Z


Ilustrasi Kopi. Foto : Tasikmalaya.or.id

JAKARTA, KILASINFO.id -- Polri menyatakan bakal melakukan penyelidikan terkait temuan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) soal peredaran kopi yang dicampur dengan bahan kimia obat (BKO) Sildenafil dan Parasetamol.

Melansir CNNIndonesia, Sildenafil biasanya digunakan sebagai 'obat kuat' atau mengatasi disfungsi ereksi. Sementara, Paracetamol biasanya digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri.

"Direktur Tipidnarkoba mengatakan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bisa melakukan penindakan peredaran kopi yang mengandung bahan berbahaya itu," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, dikutif CNNIndonesia, Jumat (11/3).

Ia menyebutkan bahwa pihak kepolisian bakal terbuka atas setiap informasi yang diserahkan oleh BPOM terkait temuan tersebut.

Namun demikian, kata dia, secara resmi pihak kepolisian belum mendapat informasi tersebut dari BPOM. Dedi mengatakan, penindakan bakal dilakukan jika temuan dilakukan kerja sama untuk menyikapi temuan tersebut.

"Manakala kami mendapat ajakan dari BPOM untuk kerja sama penindakan, tentunya kami akan menindaklanjutinya," tambah dia.

Terpisah, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno H Siregar mengatakan bahwa kepolisian bakal melakukan penyelidikan untuk dapat mendalami perkara tersebut.

"Kami akan menindaklanjuti temuan BPOM di lapangan. Kami akan melakukan penyelidikan," ucap Krisno, dikutif CNNIndonesia. 

Sebelumnya, masih Di CNNIndonesia, Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan bahwa enam merk yang mengandung bahan kimia itu bermerek antara lain: Kopi Jantan, Kopi Cleng, Kopi Bapak, Spider, Urat Madu, dan Jakarta Bandung. 

Menurutnya, pengusaha membuat izin palsu dari BPOM dalam kemasan sehingga seolah-olah produk tersebut sudah tersertifikasi oleh pihak pengawas itu.

Penny menegaskan bahwa penggunaan Paracetamol dan Sildenafil yang tidak tepat dapat mengakibatkan efek samping yang ringan, berat hingga yang paling fatal, kematian.

Adapun kopi tersebut ditemukan tim BPOM di Kota Bandung dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Temuan itu didapat setelah BPOM melakukan operasi penindakan produk ilegal obat tradisional hingga jenis pangan.***

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tunggu BPOM, Polisi Siap Selidiki Peredaran Kopi Obat Kuat dan Parasetamol

Trending Now

Iklan