Aniaya Warga saat Shalat Gegara Sakit Hati, Pria di Gegerbitung Sukabumi ditangkap polisi

KILASINFO.ID
01 April, 2022 | 2:53 PM WIB Last Updated 2022-04-01T07:53:33Z

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah, didampingi Kapolsek Gegerbitung IPTU Herman, saat jumpa Pers di Mapolres Sukabumi.|istimewa

SUKABUMI, KILASINFO.id - Unit Reskrim Polsek Gegerbitung Polres Sukabumi akhirnya berhasil mengungkap kasus penganiayaan terhadap seorang warga yang sedang shalat berjamaah subuh di sebuah mesjid di Kecamatan Gegerbitung Kabupaten Sukabumi.

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah, didampingi Kapolsek Gegerbitung IPTU Herman, mengatakan kejadian penganiayaan terjadi pada hari Senin 28 Pebruari 2022 sekitar pukul 04.45 wib dengan korban AB.

Dedy menerangkan dari kecermatan petugas dalam mengolah TKP akhirnya pihaknya dapat mengungkap pelakunya.

" Sudah tiga belas saksi yang kita periksa secara maraton dan Alhamdulillah pelakunya AS," kata Dedy Darmawansyah kepada awak media, Jumat (01/04/2022)

Kemudian Dedy Darmawansyah mengatakan motif pelaku melakukan penganiayaan dimana pelaku AS merasa sakit hati dan ingin membalas dendam terhadap korban.

" Dimana pelaku merasa pernah dipukul oleh korban dan kejadiannya sudah terjadi sepuluh tahun yang lalu," ungkapnya.

Kemudian pelaku mendatangi korban yang sedang berjamaah shalat subuh di sebuah mesjid dan pelaku langsung menganiaya korban yang sedang posisi sujud dengan menggunakan ruyung sejenis alat dari Kayu dari arah belakang kemudian pelaku melarikan diri.

" Barang buktinya berupa satu potong kayu ruyung, sepeda motor satu buah kaos Koko warna biru yang ada bercak darah dan sorban motif warna merah," jelasnya.

Dedy Darmawansyah mengatakan kepada pelaku akan dikenakan pasal 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 (lima) tahun penjara.***

Ade Yosca

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Aniaya Warga saat Shalat Gegara Sakit Hati, Pria di Gegerbitung Sukabumi ditangkap polisi

Trending Now

Iklan