Bawa Spanduk, PMII Soroti Revisi Perda RTRW Kota Sukabumi

KILASINFO.ID
01 April, 2022 | 8:09 PM WIB Last Updated 2022-04-01T13:09:35Z

Aksi PMII di gedung DPRD Kota Sukabumi. |Eka Lesmana

SUKABUMI, KILASINFO.id - Puluhan mahasiswa pengurus cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Sukabumi berujuk rasa di depan Gedung DPRD, Jalan RE Martadinata (Dago), Jumat (1/04/2022).

Dengan membawa spanduk panjang yang bertuliskan "EVALUASI KINERJA DPRD KOTA SUKABUMI' itu, mereka menilai Peraturan daerah (Perda) nomor 01/2022 tentang tata ruang wilayah kota sukabumi yang telah disahkan disinyalir bermasalah.

"Perda nomor 01/2022 tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) kota Sukabumi tahun 2022-2042 atas perubahan Perda 11/2012 tentang RTRW kota Sukabumi tahun 2011-2031 kami (PMII.red) nilai bermasalah." ungkap Ketua PMII, Syahrul Umar, kepada awak media, Jumat (1/4/2022).

Masalahnya, masih kata Syahrul, perubahan Perda tersebut dilakukan terburu buru, dan perumusan terkesan mengekor pada pembangunan provinsi dan nasional.

"Apalagi, di dalam perda RTRW baru tersebut, menjadikan UU nomor 11/2020 sebagai sumber hukum dalam agenda perubahan yang notabene UU cipta kerja masih berstatus inkonstitusional bersyarat," terangnya. 

Eloknya, lanjut Syahrul, perda RTRW sebelumnya (11/2012) masih harus tetap di kontrol, karena penataan ruang yang di rencanakan dalam Perda tersebut sampai dengan tahun 2031.

"Jadi sebenarnya belum maksimal atau masih jauh dari amanat perda itu, tanpa harus terburu-buru merubahnya," pungkasnya. 

Kaitan hal ini, DPRD harus menjelaskan alasan konkrit dalam revisi perda tersebut, karena perubahan perda ini tidak berdampak signifikan terhadap kondisi objektif dinamika pembangunan yang ada di kota Sukabumi.

Sebelumnya, melansir republika.co.id, Pemkot dan DPRD Kota Sukabumi, membahas rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) 2021-2041. 

Ketua DPRD Kota Sukabumi Kamal Suherman, menyebut langkah tersebut dilakukan karena diperlukan revisi terhadap RTRW yang sebelumnya.

Kemudian, Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, revisi RTRW diantaranya karena berkurangnya daya dukung lingkungan dan sumber daya air. 

Selain itu percepatan proyek strategis yang dilaksanakan pusat dan provinsi seperti jalan tol Bocimi dan doubel trek kereta api akan menyebabkan perubahan.

"Nantinya pasca RTRW selesai, pemkot pada 2022 akan menyusun RDTR," jelasnya.***

Eka Lesmana

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bawa Spanduk, PMII Soroti Revisi Perda RTRW Kota Sukabumi

Trending Now

Iklan