Berhenti Relationship Manager Bank, Pria asal Sukabumi Pilih Usaha Jual Ayam Goreng

KILASINFO.ID
12 April, 2022 | 2:34 PM WIB Last Updated 2022-04-12T07:34:26Z

"Saya pilih resign dari kerjaan karena sebelumnya saya dan istri ingin lebih focus ke usaha yang memang sudah direncanakan jauh hari,” ungkap Joam

Mantan Relationship Manager Bank bedralih profesi bisnis usaha ayam goreng.|Foto: Istimewa


SUKABUMI, KILASINFO - Joam Dhika, seorang karyawan bagian Relationship Manager di salah satu bank swata yang kemudian lebih memilih berhenti dan mencoba berbisnis.

Pria 32 tahun, kelahiran Sukabumi 14 Oktober 1989, ini mengakui, sebelum membuka usaha ayam goreng di Cikole, Kota Sukabumi adalah seorang karyawan bank.

"Saya pilih resign dari kerjaan karena sebelumnya saya dan istri ingin lebih focus ke usaha yang memang sudah direncanakan jauh hari,” ungkap Joam, Selasa (12/4/2022).

Tahun 2018, adalah awal ketertarikan Joam menggeluti usaha dengan bahan utama daging ayam. Dipilih ayam karena merupakan salah satu makanan pokok masyarakat, dan tidak akan pernah bosan untuk disantap dalam beragam menu.

“Sudah jadi makanan sehari-hari ayam itu jadi makanan pokok orang Indonesia termasuk di Sukabumi,” katanya.

Menu olahan ayam, menurut saya orang gak akan bosan, karena dalam satu minggu saya yakin setiap orang minimal 3-4 harinya pasti makan dengan menu ayam, oleh karena itulah peluang ini saya ambil, walaupun banyak brand besar yang merajai di kelasnya.

Usahanya terbilang lancar, sampai saat ini bahkan Joam telah membuka 6 cabang Chicken Kings di sekitaran Sukabumi. Namun begitu, bukan berarti tidak ada hambatan selama ia merintis usahanya.

“Pastinya bukan hanya saya saja sebagai pelaku usaha kuliner yang memiliki hambatan dalam merintis usaha, apalagi sekarang dalam kondisi pandemi, tapi alhamdulillah masih tetap bertahan walaupun dua dari enam cabang harus terpaksa tutup karena dampak pandemi,” katanya.

Joam menambahkan, usaha yang ia tekuni sekarang ini, hasil belajarnya secara otodidak.

"Otodidak aja, belajar cuma ada background lulusan bisnis manajemen saat kuliah serta pengalaman bekerja di perbankan jadi ada ilmu seperti alur pembukuan, purchasing, jadi gak terlalu ngeblank kalau urusan internalnya," jelasnya.

Sekira empat tahun Joam menjalankan bisnis kulinernya. 

“Pertama kali membuka usaha ini, hanya di sebuah ruko kecil, lama kelamaan kok usaha saya diterima oleh masyarakat dan semakin laris jualannya. Akhirnya saya memberanikan untuk membuka cabang, dan alhamdulillah sekarang sudah ada enam cabang, walaupun dua di antaranya sementara saya tutup dulu,” ujarnya.

Sistem penjualan yang dilakukan Joam adalah secara online dan offline.

“Kalau online kita promosikan melalui berbagai platform media sosial, seperti Facebook, Instagram, atau media online yang menawarkan jasa makanan. Sedangkan untuk offline, kita melalui direct selling ke relasi-relasi via WhatsApp,” jelas dia.

Berbicara soal modal, Joam mengeluarkan modal pertamanya sebesar Rp5 juta dan tambahan senilai Rp2 juta untuk sewa ruko. Alhasil omsetnya sekarang dari empat cabang yang masih berjalan terbilang besar, yaitu Rp30 juta per bulan.

“Walaupun dalam kondisi pandemi seperti ini, alhamdulillah dengan empat cabang yang masih berjalan omset yang saya dapatkan Rp30 juta per bulan. Saya masih akan terus mengembangkan usaha kuliner ini,” pungkasnya.***

Ade Yosca

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Berhenti Relationship Manager Bank, Pria asal Sukabumi Pilih Usaha Jual Ayam Goreng

Trending Now

Iklan