Dulu Bidan, Novi Sekarang Sukses Jual Buah Impor

KILASINFO.ID
19 April, 2022 | 4:10 PM WIB Last Updated 2022-04-19T09:10:37Z

 “Novi mengaku belajar bisnis secara otodidak. Bahkan, ia mengaku sempat bingung bagaimana memulai untuk mengembangkan usahanya”

 

 Novi Yuditira Putri.|Foto: Istimewa

 

SUKABUMI, KILASINFO - Di tengah kondisi seperti sekarang profesi bidan makin dituntut untuk menjadi seorang yang profesional, berjiwa entrepreneur agar mampu bersaing secara global, dan mempunyai semangat untuk menjadi seorang wirausahawan demi mendapat pemasukkan tambahan.

 

Novi Yuditira Putri menjalani profesi sebagai bidan selama empat tahun. Wanita asal Sukabumi berusia 29 tahun itu memilih berhenti sebagai bidan di RS Sekolah Calon Perwira (SECAPA) Kota Sukabumi. Novi kini lebih memilih menggeluti usaha yang baru digelutinya, penjual buah impor.

 

Novi mengaku ada alasan lain yang membuatnya ikhlas meninggalkan profesinya sebagai bidan, yaitu permintaan calon suami yang melarangnya bekerja jika sudah menikah.

 

“Alasan berhenti dari profesi bidan, karena saya komitmen dengan suami waktu sebelum menikah. Suami melarang saya bekerja di luar rumah, setelah saya menjadi istrinya. Sebelum acara pernikahan kami, saya memutuskan resign dari tempat kerja,” jelasnya, Selasa (19/4/2022).

 

Tidak adanya kegiatan membuat Novi mengaku jenuh, setiap hari di rumah tanpa aktivitas rutin seperti halnya ketika ia masih menjadi bidan. Berawal dari rasa jenuh itulah, ia kemudian memutuskan untuk memulai usaha menjual buah-buahan impor.

 

“Karena gak ada kegiatan di rumah, setelah itu nanya-nanya ke rekan yang sudah lebih dulu berbisnis sambil melihat-lihat peluang usaha apa yang menjanjikan. Akhirnya mendapat saran untuk usaha jualan buah impor. Alhamdulillah suami dan keluarga mendukung. Akhirnya buka kecil-kecilan dulu,” terang Novi.

 

Novi mengaku belajar bisnis secara otodidak. Bahkan, ia mengaku sempat bingung bagaimana memulai untuk mengembangkan usahanya.

 

"Bingung tuh bener-bener bingung, harus dari mana memulainya, dan bagaimana melakukannya, tapi saya cari referensi dari buku-buku tentang memulai usaha, dari internet, rekan juga saya tanya-tanyain, setelah itu akhirnya memberanikan diri," ungkapnya.

 

Untuk sistem pemasaran, Novi memilih sistem pre order (PO) karena barang belum tersedia secara langsung. Pembeli harus memesan dan membayar terlebih dahulu kemudian menunggu waktu sesuai estimasi tertentu untuk mendapatkan barang tersebut.

 

”Sistemnya pemesanan dulu, jadi gak stok barang di tempat, kebanyakannya sih yang beli karena memang rekomendasi dari temannya yang pernah membeli buah impor di kita, jadi dari mulut ke mulut gitu. Bisa juga pesan via WhatsApp atau datang langsung untuk memesan,” tambahnya.

 

Novi mengaku pertama mengeluarkan modal sebesar Rp2 juta. Setelah tiga tahun berjalan, omsetnya sudah mencapai Rp10 juta per bulan.

 

“Modal awal dari tabungan saya selama berprofesi bidan, mungkin ini hasil dari kesabaran dan keputusan saya memberanikan memulai sebuah usaha, alhamdulillah sekarang dalam sebulan omsetnya sudah Rp10 juta,” pungkasnya.***

 

Ade Yosca

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dulu Bidan, Novi Sekarang Sukses Jual Buah Impor

Trending Now

Iklan