Minta Keadilan, Ini Cerita Istri Alm Ega Anugerah Putera Korban Pembacokan Kawanan Bermotor di Sukabumi

KILASINFO.ID
29 April, 2022 | 4:22 PM WIB Last Updated 2022-04-29T09:22:16Z

 "Beberapa hari yang lalu sebelum meninggal, ada keinginan almarhum  yang selalu ingat dan terus terngiang di telinga, bahwa lebaran sekarang ia ingin membeli celana jeans"


Istri almarhum Ega Anugerah Putera.|Dok: Kilasinfo

SUKABUMI,KILASINFO - Keluarga Korban pembacokan almarhum Ega Anugerah Putera (29 ) warga Kampung Ciandam RT 02/06 Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, berharap aparat kepolisian segera menangkap para pelaku.

Almarhum Ega Anugerah Putera meninggal secara tragis setelah dikeroyok orang tak di kenal pada Kamis 28 April 2022 dini hari lalu di Jalan Lokomotif Rt. 02/06 Kelurahan Cibeuruem Hilir Kecamatan Cibeuruem Kota Sukabumi dengan beberapa luka bacokan di bagian tubuh.

Istri almarhum, Andini Suciyati Padilah (20), hingga sampai saat ini ia masih belum percaya atas kepergian suaminya dengan cara tragis tersebut, sambil sesekali menahan tangisan ia mengungkapkan tentang hari - hari suaminya sebelum wafat.

"Saat itu ia sedang begadang di rumah bersama temannya, tidak sempat pamit ia pergi keluar bersama temannya, tahu - tahu mendapat kabar dari ibu saya bahwa si AA dibacok orang," ujarnya, jumat (29/04/22)

Diketahui, almarhum Ega Anugerah Putera, wafat dengan meninggalkan anak yang masih  berusia 1 tahun sembilan bulan, serta bayi yang masih dalam kandungan istrinya.

Dengan berlinang air mata Andini kembali melanjutkan, " AA orangnya tidak aneh - aneh tidak pernah ikut - ikutan organisasi apapun, setahu saya ia tidak punya musuh, keseharian selalu di rumah berjualan makanan anak - anak," ungkapnya 

Masih menurutnya, ia tidak mengerti kenapa suaminya sampai dikeroyok dan dibacoki orang.

"Betul -betul tega orang yang melakukannya padahal menurut keterangan saksi yang melihat, suami saya sempat lari namun di tarik lagi kakinya oleh para pelaku, mungkin suami saya pada saat itu akan menyelamatkan diri lari ke rumah pasti ia teringat keluarga dan anaknya," ucapnya sambil mengusap air mata.

Ia menambahkan, keluarga ikhlas dengan kepergiannya mungkin ini sudah takdir allah SWT, tetapi keluarga tidak ridho dengan caranya ia meninggal seperti itu.

" Suami saya keseharian, selalu  tak mau jauh dengan anak kalau tidur kami selalu bertiga dengan anak, kini anak itu selalu memanggil - manggil bapaknya," terangnya.

Andini menyebutkan beberapa hari yang lalu sebelum meninggal, ada keinginan almarhum  yang selalu ingat dan terus terngiang di telinga, bahwa lebaran sekarang ia ingin membeli celana jeans katanya.

"Kami meminta keadilan yang seadil-adilnya dan para pelaku dihukum dengan hukuman yang setimpal, dan semoga almarhum diterima iman islamnya serta tenang di alam kuburnya" pungkasnya.*

Eka Lesmana
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Minta Keadilan, Ini Cerita Istri Alm Ega Anugerah Putera Korban Pembacokan Kawanan Bermotor di Sukabumi

Trending Now

Iklan