Pantau flyer Aksi Demo 11 April, Polisi : Jangan Mudah Percaya

KILASINFO.ID
08 April, 2022 | 11:47 AM WIB Last Updated 2022-04-08T04:47:43Z

"Perlu saya sampaikan kegiatan menyampaikan pendapat di muka umum yang tanpa memiliki dasar pemberitahuan di kepolisian sesuai dengan UU yang berlaku ini dapat dibubarkan oleh aparat"

Ilustrasi aksi unjuk rasa. |Foto: kabar6.com

JAKARTA, KILASINFO - Polda Metro Jaya mengingatkan kepada semua pihak tidak mudah percaya dengan ajakan untuk melakukan aksi demo pada 11 April mendatang. 

Hal Ini disampaikan karena pihaknya memantau banyak selebaran atau flyer di media sosial yang berisi ajakan dari kelompok masyarakat yang turun dalam aksi demo.

"Perlu saya sampaikan kegiatan menyampaikan pendapat di muka umum yang tanpa memiliki dasar pemberitahuan di kepolisian sesuai dengan UU yang berlaku ini dapat dibubarkan oleh aparat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan kepada wartawan, Jumat (8/4/2022) dikutif CNNIndonesia.

Pernyataan ini berkaitan dengan rencana rencana demonstrasi mahasiswa pada 11 April nanti yang mengusung tuntutan utama menolak perpanjangan masa jabatan presiden atau penundaan pemilu.

Melansir CNNIndonesia, Zulpan menyampaikan bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima surat pemberitahuan terkait aksi demo 11 April nanti. Padahal, merujuk pada ketentuan yang berlaku, surat pemberitahuan itu harus diserahkan kepada kepolisian setidaknya 3x24 jam sebelum aksi digelar.

"Sampai saat ini kita tidak terima permohonan untuk sampaikan penyampaian pendapat di muka umum," katanya.

Zulpan juga mengingatkan kepada semua pihak tidak mudah percaya dengan ajakan untuk melakukan aksi demo pada 11 April mendatang. Ini disampaikan karena pihaknya memantau banyak selebaran atau flyer di media sosial yang berisi ajakan dari kelompok masyarakat yang turun dalam aksi demo.

"Polda Metro ingin sampaikan agar tidak mudah dan percaya dengan ajakan tersebut," ucap Zulpan.

Zulpan juga mengingatkan bahwa saat ini adalah bulan Ramadan. Dia meminta semua pihak untuk lebih banyak melakukan kegiatan beribadah ketimbang melakukan unjuk rasa.

"Saat ini kita ada di bulan Ramadan, kiranya ini lebih baik dimanfaatkan untuk tingkatkan amal ibadah kita untuk beribadah," tutur Zulpan.

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berencana menggelar unjuk rasa di Istana Negara pada 11 April mendatang.

Masih di CNNIndonesia, Koordinator Pusat BEM SI, Kaharuddin HSN DM mengatakan pihaknya belum puas meski Presiden Jokowi telah memerintahkan para menteri berhenti bicara perpanjangan masa jabatan dan penundaan pemilu.

"Kita akan tetap gelar aksi pada tanggal 11 April 2022," kata Kaharuddin saat dihubungi, Kamis (7/4).

Klaim dia, unjuk rasa di Istana Negara 11 April bakal diikuti 1.000 mahasiswa dari Aliansi BEM SI, Aliansi Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia, Aliansi Mahasiswa Jurusan dan Aliansi Mahasiswa***

Bambang Setian

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pantau flyer Aksi Demo 11 April, Polisi : Jangan Mudah Percaya

Trending Now

Iklan