Topik Hidayat, Pengrajin Aksesoris Gelang Bahar Asal Sukabumi

KILASINFO.ID
26 April, 2022 | 12:18 PM WIB Last Updated 2022-04-26T05:18:36Z

“Saya belajar sendiri untuk bikin gelangnya, karena memang sudah dari dulu hobi bikin aksesoris, ya sekarang sudah makin lihai”

 Topik Hidayat, salah seorang perajin aksesoris. |Foto: Istimewa

SUKABUMI, KILASINFO - Aksesoris dari akar bahar, baik dalam bentuk gelang maupun cincin, bukanlah hal baru. Namun, sejak muncul di Ternate, Maluku Utara, aksesori dari akar bahar mengundang perhatian warga, khususnya para kolektor dan juga para pengrajin.

Topik Hidayat, salah seorang perajin aksesoris di Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, memproduksi gelang dari bahan tali arus atau lebih dikenal dengan akar bahar.

Sebelum menggeluti berjualan aksesoris gelang, Topik mangkal berjualan es cendol. Tetapi saat pandemi Covid-19 datang, usaha es cendolnya terpukul hingga kemudian gulung tikar.

Topik pun memutar otak agar bisa tetap memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Ia pun mulai berpikir untuk menjadi perajin gelang akar bahar karena memang sejak lama memiliki hobi membuat berbagai aksesoris.

Topik mengaku memiliki alasan lain untuk memulai usaha baru sebagai perajin aksesoris, yakni kecintaanya terhadap budaya Sunda. Alasan tersebut membuat Topik berkeinginan kuat untuk melestarikan Budaya Sunda melalui kreasi aksesoris dari bahan yang berasal dari alam.

"Sampai pertengahan tahun 2019 saya masih berjualan es cendol, mangkal. Lalu karena mulai pertengahan 2019 ada Covid-19, saya dipaksa memutar otak. Sampai muncul ide untuk membuat gelang. Dari dulu saya memang hobi membuat aksesoris, dan karena saya asli Sunda, saya ingin melestarikan budayanya supaya tidak hilang dimakan zaman,” ungkap laki-laki 37 tahun itu saat dihubungi via pesan singkat, Selasa (26/4/2022).

Ia mengaku belajar membuat aksesoris gelangnya secara otodidak. “Saya belajar sendiri untuk bikin gelangnya, karena memang sudah dari dulu hobi bikin aksesoris, ya sekarang sudah makin lihai,” paparnya.

Untuk urusan memasarkan produk aksesorisnya, ia mengaku mengoptimalkan promosi dan pemasaran melalui media sosial (medsos).

Perlahan tapi pasti, penjualan aksesoris gelang akar baharnya terus meningkat, terbukti gelang yang ia buat sudah merambah ke berbagai kota di luar Sukabumi.

“Ngikutin cara berjualan zaman sekarang, via online terus saya posting satu-satu di medsos. Alhamdulillah hasilnya lumayan dan pembelinya  alhamdulillah dari luar Sukabumi juga banyak. Ada yang datang langsung atau pesan secara online dari kota-kota di luar Sukabumi, seperti Cikarang, Bekasi, Garut, Bandung,” terang Topik.

Selain itu, Topik juga memasarkan kreasinya dengan cara direct selling atau menjual langsung hasil kerajinannya di sekitar tempat tinggalnya.

“Saya menjualnya juga secara langsung ke warga di sekitar rumah. Kebetulan rumah saya dekat dengan museum jadi kalau ada pengunjung datang ke museum, ya sekalian beli,” tambah bapak satu anak itu.

Berbicara modal usaha aksesorisnya, Topik mengaku mengeluarkan modal awal sebesar Rp200 ribu. Dari modal yang ia keluarkan itu, saat ini ia meraup untung Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta per bulan.

“Alhamdulillah, bersyukur sekali. Waktu masih berjualan es cendol, penghasilan saya hanya Rp600 ribu sampai Rp700 ribu dalam sebulan. Sekarang alhamdulillah menjadi Rp2,5 juta sampai Rp3,5 juta per bulannya,” pungkas Topik.*

Ade Yosca

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Topik Hidayat, Pengrajin Aksesoris Gelang Bahar Asal Sukabumi

Trending Now

Iklan