Transformasi TV Digital tak bisa Dihindari

KILASINFO.ID
04 April, 2022 | 11:53 AM WIB Last Updated 2022-04-04T04:53:58Z

 

Ilustrasi, Rekomendasi Android TV yang bisa siaran tv digital.|Pixabay

BANDUNG, KILASINFO.id - Transformasi TV analog ke digital sepertinya tak bisa dihindari, terlebih ada keuntungan yang bakal dihasilkan dari hijrah TV Digital tersebut.

Masyarakat dipaksa untuk beradaptasi meski pemerintah awalnya memberikan 6,7 juta unit Set Top Box (STB) secara gratis kepada masyarakat miskin.

Di Jawa Barat sendiri, masyarakat miskin berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) bakal mendapat jatah 1 juta lebih unit Set Top Box (STB) dari Pemerintah Pusat tersebut.

Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil, menyebut dari tranformasi TV Digital tersebut ada keuntungan yang dihasilkan untuk pendapatan negara yang dapat menunjang pembiayaan pembangunan. 

"Kami melihat hijrah ke TV digital itu tak bisa dihindari karena hidup kita banyak menghadapi disrupsi, diantaranya disrupsi global warming, digital, dan pandemi Covid-19," ungkap Gubernur,dikutif Jabarprov.go.id, Senin (4/4/2022).

Transformasi TV digital secara resmi dimulai hari ini hingga November 2022. Pemerintah pusat akan memberikan alat transformasi digital, yaitu Set Top Box kepada masyarakat kurang mampu, sehingga masyarakat tidak perlu mengganti TV analognya. 

"Transformasi ke TV digital akan menghasilkan pajak negara sebesar Rp77 triliun dan  pendapatan bukan pajak Rp430 triliun," ucapnya.

Jawa Barat yang saat ini berpenduduk hampir 50 juta jiwa menjadi konsumen penyiaran terbesar di Indonesia, juga menjadi miniatur Indonesia karena terbanyak berdiri lembaga penyiaran mencapai 437 lembaga. 

Oleh karena itu, menurutnya wajar apabila puncak Peringatan Harsiarnas ke-89 digelar di Kota Bandung. 

"Puncak peringatan (Harsiarnas) digelar di Bandung saya kira sesuai dengan semangatnya,"  ujarnya. 

Presiden RI Joko Widodo pun menyebut bahwa pergeseran dari analog ke digital di semua sektor kehidupan sudah tak bisa dihindari lagi. 

“Penghentian siaran analog tidak hanya menyangkut perubahan dari aspek teknologi penyiaran, melainkan menyangkut cara pandang, sikap, perilaku, budaya, serta aspek lain agar menjadi lebih adaptif dalam merespons perubahan,” katanya, dikutif Jabarprov.go.id.*

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Transformasi TV Digital tak bisa Dihindari

Trending Now

Iklan