Diperingati Setiap 1 Juni, Ini Sejarah Singkat Hari Lahir Pancasila

KILASINFO.ID
30 Mei, 2022 | 10:26 AM WIB Last Updated 2022-05-30T03:26:19Z

 
Ilustrasi Hari Lahir Pancasila.|Foto:@jokowi/instagram

Hari lahir Pancasila ditandai oleh pidato Presiden pertama Indonesia, Soekarno

JAKARTA, KILASINFO – Peringatan Hari lahir Pancasila jatuh pada tanggal 1 Juni setiap tahunnya.

 

Melansir tribunnews.com, Hari lahir Pancasila ditandai oleh pidato Presiden pertama Indonesia, Soekarno.

 

Dalam pidatonya, Soekarno mengemukakan konsep awal Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia.

 

Pidato tersebut disampaikan oleh Soekarno pada 1 Juni 1945, dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai.

 

Dikutip dari bpip.go.id, bermula dari kekalahan Jepang pada perang pasifik.

 

Jepang lalu berusaha mendapatkan hati masyarakat Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan dan membentuk sebuah lembaga yang tugasnya untuk mempersiapkan hal tersebut.

 

Nama lembaga tersebut adalah Dokuritsu Junbi Cosakai.

 

Dikutip dari semarangkota.go.id, Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mulai mengadakan sidang pertamanya pada tanggal 29 Mei dan selesai tanggal 1 Juni 1945. 

 

Rapat dibuka pada tanggal 28 Mei 1945.


 

Keesokan harinya 29 Mei 1945, pembahasan dimulai dengan tema dasar negara.

 

Rapat pertama diselenggarakan di gedung Chuo Sangi In di Jalan Pejambon 6 Jakarta.

 

Gedung tersebut kini dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila.

 

Setelah beberapa hari tidak mendapat titik terang.

 

Pada 1 Juni 1945, giliran Ir. Soekarno untuk menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia merdeka, yang dinamakan Pancasila.

 

Pidato yang tidak dipersiapkan secara tertulis terlebih dahulu itu diterima secara aklamasi oleh segenap anggota BPUPKI.

 

Kemudian BPUPKI membentuk panitia kecil yang dinamakan Panitia Sembilan untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar dengan berpedoman pada pidato Bung Karno tersebut.

 

Panitia Sembilan terdiri dari Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. AA Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakir, Agus Salim, Achmad Soebardjo, Wahid Hasjim, dan Mohammad Yamin.

 

Kesembilan tokoh inilah yang ditugaskan untuk merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara berdasar pidato yang diucapkan Soekarno pada 1 Juni 1945.

 

Pidato tersebut dijadikan dokumen sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.


Setelah melalui proses persidangan dan lobi-lobi, akhirnya rumusan Pancasila hasil penggalian Soekarno tersebut berhasil dirumuskan untuk dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945.

 

Pada 18 Agustus 1945, pidato tersebut disahkan dan dinyatakan sah sebagai dasar negara Indonesia merdeka oleh BPUPKI.

 

Pidato tersebut dibukukan dan pertama kali terbit pada tahun 1947.

 

Dalam kata pengantar pada buku itu, mantan Ketua BPUPKI Dr Radjiman Wedyodiningrat menyebut pidato Soekarno itu berisi Lahirnya Pancasila.

 

Melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016,  tanggal 1 Juni resmi ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila.

 

Jokowi menyampaikan keputusan ini melalui pidato pada peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, di Gedung Merdeka, Bandung pada 1 Juni 2016.

 

Tanggal 1 Juni juga ditetapkan sebagai hari libur nasional.***

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Diperingati Setiap 1 Juni, Ini Sejarah Singkat Hari Lahir Pancasila

Trending Now

Iklan