Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Mafia Impor Tanjung Priok - Tanjung Emas

KILASINFO.ID
31 Mei, 2022 | 5:26 AM WIB Last Updated 2022-05-30T22:26:48Z

Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, DR Ketut Sumedana.|Foto: kejaksaan.go.id

 

Salah satu dari tiga orang yang diperiksa tersebut adalah MY selaku Kepala Seksi Impor I pada Direktorat Teknis Kepabeanan

 

JAKARTA, KILASINFO - Tim penyidik Kejaksaan Agung memeriksa tiga orang saksi kasus dugaan korupsi penyalahgunaan fasilitas kawasan berikat dan kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Emas tahun 2015-2021.

 

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana mengatakan, bahwa salah satu dari tiga orang yang diperiksa tersebut adalah MY selaku Kepala Seksi Impor I pada Direktorat Teknis Kepabeanan.

 

"MY selaku Kepala Seksi Impor I pada Direktorat Teknis Kepabeanan, diperiksa terkait proses impor barang ke Kawasan Berikat PT HGI," kata Ketut Sumedana, dalam keterangannya, Senin (30/5/2022).

 

Menurut Ketut, saksi selanjutnya adalah MNEY selaku Kepala Seksi Penindakan II Kanwil DJBC Jawa Tengah & DIY Tahun 2017. Dia diperiksa untuk diminta keterangannya terkait pemberian suap dari tersangka LGH kepada tersangka H.

 

"Saksi ketiga adalah SWE selaku Kepala Seksi Penyidikan dan BHP I Kanwil DJBC Jawa Tengah & DIY Tahun 2017. Dia diperiksa untuk diminta keterangannya terkait pemberian suap dari Tersangka LGH kepada Tersangka H serta rekomendasi re-ekspor PT HGI," katanya.

 

Sebelumnya, dalam kasus ini penyidik telah menetapkan tiga orang pegawai Bea dan Cukai sebagai tersangka. Tiga tersangka tersebut diantaranya IP selaku Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Semarang. Tersangka kedua H selaku Kepala Seksi Intelijen Kanwil Bea dan Cukai Jawa Tengah,

 

"Tersangka ketiga MRP selaku Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Semarang dan juga selaku Penyidik PPNS Bea Cukai," jelasnya.

 

Ketiganya disangkakan dengan pasal berlapis. Tersangka IP disangkakan Pasal 2 dan 3 ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999.


Kemudian tersangka MRP dan H Pasal 2 dan 3 ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 dan Pasal 5 ayat (2) Jo ayat (1) huruf a, b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.***

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Mafia Impor Tanjung Priok - Tanjung Emas

Trending Now

Iklan