Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Minyak Goreng dari Pihak Swasta

18 Mei, 2022 | 7:15 AM WIB Last Updated 2022-05-18T00:15:22Z

Tersangka LCW baru ditetapkan sebagai tersangka hari ini. Penyidik langsung menahan Lin Che Wei di Rutan Salemba Jakarta Pusat selama 20 hari terhitung sejak 17 Mei 2022-05 Juni 2022. 

Tersangka baru kasus pemberian fasilitas ekspor CPO Lin Che Wei alias Weibinanto Halimdjati (Foto: dok. Kejagung)

JAKARTA, KILASINFO - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya  termasuk minyak goreng, pada Januari 2021-Maret 2022.

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan, satu tersangka itu berasal dari pihak swasta

bernama Lin Che Wei alias Weibinanto Halimdjati. Lin Che Wei (LCW) berperan bekerjasama dengan mantan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana (IWW) .

"Tersangka dalam perkara ini diduga bersama-sama dengan Tersangka IWW selaku Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementrian Perdagangang RI telah mengkondisikan produsen CPO untuk mendapatkan izin Persetujuan Ekspor (PE) CPO dan turunannya secara melawan hukum padahal seharusnya sesuai dengan ketentuan wajib memenuhi DMO 20 persen," kata ST Burhanuddin, dalam keterangannya, Selasa (17/5/2022).

Tersangka LCW baru ditetapkan sebagai tersangka hari ini. Penyidik langsung menahan Lin Che Wei di Rutan Salemba Jakarta Pusat selama 20 hari terhitung sejak 17 Mei 2022-05 Juni 2022.

Hari ini tim penyidik juga memeriksa 2 orang saksi terkait kasus tersebut. Saksi yang diperiksa diantaranya YMA selaku Direktur CV Aneka Pangan Makmur, dan DAS selaku Analis Pengadaan Keuangan APBN Madya Kementerian Perdagangan RI.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Turunannya pada bulan Januari 2021 sampai dengan Maret 2022," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana.

Ketut menambahkan, LCW disangka melanggar Pasal 2 jo Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Diketahui, dalam kasus ini, Kejagung telah menetapkan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana sebagai tersangka kasus izin pemberian ekspor tersebut.

Selain itu, ada juga 3 tersangka lain dari pihak swasta yang ditetapkan sebagai tersangka.

Ketiga tersangka itu yakni Stanley MA (SMA) yang merupakan Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau Group, Master Parulian Tumanggor (MPT) atau Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, dan Picare Togar Sitanggang (PTS) selaku General Manager bagian General Affairs PT Musim Mas.***

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Minyak Goreng dari Pihak Swasta

Trending Now

Iklan