Kunjungan Tim Asesor Unesco Global Geopark, Bupati: CPUGGp Kebanggaan Masyarakat Sukabumi dan Jawa Barat

KILASINFO.ID
25 Mei, 2022 | 2:27 PM WIB Last Updated 2022-05-25T08:18:56Z

"Semua aspek pembangunan kita kembangkan. Baik dari infrastruktur maupun SDM. Namun tetap, memerhatikan kelestarian biodiversity, geodiversity, dan cultural diversity"

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menerima kunjungan tim asesor dari Unesco Global Geopark ke Pendopo.|Foto: Pemkab Sukabumi


SUKABUMI, KILASINFO - Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menerima kunjungan tim asesor dari Unesco Global Geopark ke Pendopo, Rabu, (25/5/2022). Kunjungan tersebut, dalam rangka revalidasi Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGp).

Berdasarkan data yang dihimpun, tim asesor dari Unesco Global Geopark ini, berjumlah dua orang. Mereka akan memvalidasi kembali CPUGGp selama empat hari. Hal itu terhitung dari 25-28 Mei 2022.

Bupati Marwan mengatakan, CPUGGp yang ditetapkan menjadi bagian Unesco Global Geopark pada 2018 lalu, merupakan kawasan kebanggaan masyarakat Sukabumi dan Jawa Barat. Maka dari itu, berbagai aspek pembangunan dilaksanakan di kawasan itu.

"Semua aspek pembangunan kita kembangkan. Baik dari infrastruktur maupun SDM. Namun tetap, memerhatikan kelestarian biodiversity, geodiversity, dan cultural diversity," ujarnya, dikutif dari laman resmi Pemkab Sukabumi, Rabu (25/5/2022).

Di mana, masih kata Bupati, pembangunan kawasan CPUGGp ini dilakukan secara kolaboratif. Tentu saja, dengan melibatkan pentahelix.

"Lewat kolaborasi ini, memberikan kemudahan terhadap penyelesaian rekomendasi Unesco bagi CPUGGp," ucapnya.

Apalagi, pembangunan CPUGGp ini, sejalan dengan prioritas Kabupaten Sukabumi. Terutama, dari sisi pengembangan industri pariwisata bertarap internasional berbasis pertanian dan lingkungan.

"Jadi, CPUGGp ini, sejalan dengan misi ke dua kami yakni, meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi berbasis agribisnis dan pariwisata berkelanjutan," ungkapnya.

Maka dari, berbagai kegiatan telah dilaksanakan. Dari aspek konservasi misalnya, telah dikembangkan mangrove di Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas. Selain itu, ada konservasi penyu di Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap bersama Pemprov Jabar.

"Kami pun ada konservasi sidat di Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu. Termasuk pelaksanaan kajian biodiversity di kawasan CPUGGp," terangnya.

Dari aspek edukasi misalnya, Pemkab Sukabumi telah menyusun modul muatan lokal untuk membangun pemahaman bagi anak usia sekolah. Khususnya, terkait geopark.

"Semua ini untuk mendorong literasi geopark di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Sukabumi," bebernya.

Sementara dari aspek pemberdayaan, Pemkab Sukabumi telah melaksanakan berbagai pelatihan dan sertifikasi. Khususnya, bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan CPUGGp.

"Selain itu, telah dilakukan pemberdayaan pelaku ekonomi mikro di kawasan CPUGGp melalui pelatihan teknis dan ekonomi digital. Termasuk memberikan kemudahan akses terhadap permodalan dan perizinan," terangnya.

Berkaitan proses revalidasi, H. Marwan mengucapkan selamat bertugas kepada tim asesor dari Unesco Global Geopark. Dirinya berharap, pelaksanaan revalidasi bisa berjalan lancar.

"Kami juga berharap, Ciletuh Palabuhanratu Geopark, tetap menjadi anggota Unesco Global Geopark," pungkasnya.*

Ade Yosca

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kunjungan Tim Asesor Unesco Global Geopark, Bupati: CPUGGp Kebanggaan Masyarakat Sukabumi dan Jawa Barat

Trending Now

Iklan