Omset 200 Juta Sebulan, Ujang Supendi Pengrajin Kayu asal Cicurug Sukabumi

KILASINFO.ID
10 Mei, 2022 | 2:02 PM WIB Last Updated 2022-05-10T07:02:06Z

 [13.59, 10/5/2022] Kilasinfo Office: "Alhamdulillah omset rata-rata dari pembeli lokal bisa sampai Rp15-20 juta per bulannya, ditambah dari ekspor sekita Rp200 juta per bulannya, kita ekspor ke Taiwan, China"

Salah satu kerajinan kayu. |Foto: Istimewa

SUKABUMI, KILASINFO - Keberadaan batang pohon mahoni ternyata yang dianggap sebagian orang adalah limbah, tapi ternyata dapat terbantahkan oleh Ujang Supendi warga Kampung Wargiceuri, Desa Nyangkoek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Batang pohon itu, oleh Ujang yang sering disapa Polip itu disulapnya menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi setelah dipoles dengan jiwa seninya.

"Kayu mahoni merupakan kayu dengan kualitas bagus, bahkan hampir seluruh bagian dari pohon tersebut bisa dimanfaatkan," kata Ujang. 

Menurut dia, batang mahoni merupakan kayu yang harganya cukup mahal dan dapat digunakan sebagai bahan baku furnitur rumah tangga.

"Berbeda kalau seperti biasanya yang dianggap sebagai limbah atau sekedar kayu bakar saja,” papar pria 42 tahun itu ditempat usahanya, Selasa (10/5/2022).

Ujang mengaku sebelum menggeluti usahanya sekarang, Ujang berprofesi sebagai seorang tukang servis mesin untuk pembuatan kerajinan kayu.

"Sebelumnya sih saya keliling menawarkan jasa servis mesin-mesin untuk membuat kerajinan kayu, tertarik tuk membuat sendiri, terus lama kelamaan hasil sendiri saya tawarkan dengan membagikannya dari toko ke toko furnitur.

"Masih ingat saya tawarkan dari daerah Baros sampai Ciawi waktu itu, beli tidak beli pokoknya saya kasih dengan menyelipkan kartu nama, alhasil ada yang akhirnya ingin terus dibuatkan kerajinan kayu," ungkapnya.

Polip menambahkan, sistem penjualan yang ia lakukan adalah sistem pesanan. "Sistemnya penjualannya kalau ekspor si pemesan kasih budget dulu 50-70% baru kita buat, tapi kalo lokal sistemnya beli jadi brang yang sudah ada di gallery," tambahnya.

Setelah kurang lebih sepuluh tahun usahanya berjalan, keuntungan yang didapatnya sekarang terbilang besar karena dalam satu bulan bisa mencapai Rp200 juta.

"Alhamdulillah omset rata-rata dari pembeli lokal bisa sampai Rp15-20 juta per bulannya, ditambah dari ekspor sekita Rp200 juta per bulannya, kita ekspor ke Taiwan, China," pungkasnya.**

Ade Yosca

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Omset 200 Juta Sebulan, Ujang Supendi Pengrajin Kayu asal Cicurug Sukabumi

Trending Now

Iklan