Soal Pengrusakan Pos Retribusi Wisata di Sukabumi, Kadispar sebut Pihaknya Hanya Menarik Tiket Masuk

11 Mei, 2022 | 8:09 PM WIB Last Updated 2022-05-11T13:09:38Z

"Kejadian diduga karena kekesalan warga dengan menumpuknya sampah di kawasan pantai Ujung Genteng. Padahal, dari awal tempat sampah sudah disediakan,"

Sejumlah warga saat melakukan perusakan pos retribusi pantai Ujung Genteng.|Foto: Istimewa

SUKABUMI, KILASINFO - Terkait beredarnya video pengrusakan pos retribusi wisata pantai Ujung Genteng di Desa Ujung Genteng Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, oleh sejumlah warga setempat, pada Rabu (11/5/2022), mendapatkan perhatian serius dari Dinas terkait. 

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi Sigit Widarmadi, menyampaikan bahwa kejadian tersebut benar adanya dan motifnya tengah ditelusuri. 

Namun pihaknya memastikan bahwa terkait retribusi, Dispar hanya menarik retribusi tiket masuk, dan kemudian disetorkan nya langaung ke kas daerah melalui bank BJB.

"Kejadian diduga karena kekesalan warga dengan menumpuknya sampah di kawasan pantai Ujung Genteng. Padahal, dari awal tempat sampah sudah disediakan," kata Sigit, saat dihubungi, Rabu (11/5/2022).

Bahkan sebelumnya, telah dilakukan sosialisasi dan membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis), disamping itu juga dipasang beberapa himbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan.

"Sudah di sediakan tempat sampah, karena diprediksi ditahun ini, pengunjung wisata pantai pasti akan membludak, karena selama 2 tahun di landa pandemi," ungkapnya. 

Lebih jauh Sigit menerangkan terkait sampah, hal itu merupakan tugas semua pihak baik Wisatawan, pelaku usaha, masyarakat, dan juga pemerintah.

"Jadi intinya, untuk penarikan retribusi tadi, Dinas Pariwisata hanya menarik retribusi tiket masuk, dan kemudian disetorkan ke kas daerah melalui bank BJB," tegasnya.***

Eka Lesmana

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Soal Pengrusakan Pos Retribusi Wisata di Sukabumi, Kadispar sebut Pihaknya Hanya Menarik Tiket Masuk

Trending Now

Iklan