Iklan

iklan

GSM Kembali “Berulah”: Data Pasien Tak Mampu Disisir, Pengobatan Dicari Jalannya

KilasInfo.id
Rabu, 12 Agustus 2026 | 2:21 PM WIB Last Updated 2026-08-12T07:24:34Z
Foto: Dok. (AS) GSM Kembali “Berulah”: Data Pasien Tak Mampu Disisir, Pengobatan Dicari Jalannya

KILAS INFO | BOGOR – Global Sedekah Movement (GSM) kembali melakukan aksi sosial. Kali ini, GSM menyambangi sejumlah warga di Kecamatan Megamendung dan Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, untuk melakukan asesmen terhadap pasien dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan dukungan biaya pengobatan.

Langkah tersebut menjadi tindak lanjut atas laporan relawan mengenai warga yang menghadapi kendala biaya maupun akses pelayanan kesehatan. Dalam kegiatan itu, GSM menggandeng Ruang Harsa Bestari dan Tenaga Relawan Sosial.

Sebelumnya, GSM juga melakukan pendampingan dan memberikan dukungan kepada pasien anak yang menjalani pengobatan melalui Rumah Singgah Sani.

Pendiri Global Sedekah Movement (GSM), Yudi Hardiansyah, menjelaskan seluruh data yang diperoleh dari proses asesmen akan melalui tahapan verifikasi sebelum bantuan disalurkan.

"Kami akan melakukan verifikasi data terlebih dahulu, agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan," kata Yudi, Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurut Yudi, proses asesmen kali ini melibatkan Tenaga Relawan Sosial serta Teh Rani dari Ruang Harsa Bestari yang berperan sebagai pendamping medis anak.

"Kegiatan ini diawali dengan pendataan serta edukasi kesehatan, tim menyambangi beberapa titik di dua kecamatan. Proses asesmen dilakukan dengan mendata kondisi ekonomi, riwayat kesehatan, dan kebutuhan mendesak keluarga pasien," ungkapnya.

Yudi mengatakan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya membantu warga yang mengalami kesulitan dalam mengakses pelayanan kesehatan.

"Kami akan coba berikhtiar dan berdoa, semoga Allah SWT limpahkan rezeki buat mereka. Kita hanya bantu ikhtiar," tutup Yudi.

Di lokasi yang sama, Teh Rani dari Ruang Harsa Bestari mengatakan tim juga melakukan pengecekan awal terhadap kondisi kesehatan pasien anak sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga.

"Kami melakukan pengecekan awal kondisi kesehatan anak-anak serta memberikan edukasi kepada orang tua terkait pola makan, kebersihan, dan pentingnya kontrol rutin ke fasilitas kesehatan," katanya.

Sementara itu, Aida selaku Tenaga Relawan Sosial berharap kehadiran GSM dan Ruang Harsa Bestari dapat membantu pasien dari keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh pendampingan selama menjalani pengobatan.

"Kami berharap kehadiran GSM dapat membantu keberlangsungan pengobatan para pasien dampingannya, terutama pasien dari keluarga kurang mampu," ujarnya.

Aida menyebut, persoalan biaya dan akses menuju rumah sakit masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi sejumlah pasien yang didampinginya.

"Kita dampingi beberapa pasien di sini. Kendalanya di biaya dan akses ke RS. Saya berharap dengan hadirnya GSM bisa menjadi jembatan untuk mereka bisa terus melanjutkan pengobatannya. Semoga saja melalui GSM ada rezeki mereka," harap Aida.

Salah seorang ibu dari pasien anak yang enggan disebutkan namanya turut menyampaikan apresiasi kepada GSM, Ruang Harsa Bestari, dan Tenaga Relawan Sosial yang telah mendatangi serta mendengarkan kondisi keluarganya.

"Kami mengucapkan terima kasih sudah mau datang dan mendengarkan keluhan. Harapan kami semoga ada jalan agar pengobatan bisa terus berjalan. Kami tidak bisa apa-apa tanpa bantuan orang baik," ujar salah seorang ibu pasien asal Kecamatan Megamendung.

AS
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • GSM Kembali “Berulah”: Data Pasien Tak Mampu Disisir, Pengobatan Dicari Jalannya

Trending Now

Iklan

iklan