Iklan

iklan

7 Kilometer Disisir, Paguyuban Arung Jeram Cisadane Perang Rutin Lawan Tumpukan Sampah

KilasInfo.id
Selasa, 01 September 2026 | 5:54 PM WIB Last Updated 2026-09-01T10:59:21Z
Foto: Dok. (Awaludin KI) Alarm darurat sampah di aliran Sungai Cisadane belum padam. Di tengah tumpukan limbah yang menggunung di bebatuan dan pinggiran sungai, Paguyuban Arung Jeram Cisadane menunjukkan aksi nyata. Mereka kembali menggelar aksi Susur Sungai Cisadane, menyisir dan membersihkan sampah sepanjang 7 kilometer aliran sungai

KILAS INFO | BOGOR - Alarm darurat sampah di aliran Sungai Cisadane belum padam. Di tengah tumpukan limbah yang menggunung di bebatuan dan pinggiran sungai, Paguyuban Arung Jeram Cisadane menunjukkan aksi nyata. Mereka kembali menggelar aksi Susur Sungai Cisadane, menyisir dan membersihkan sampah sepanjang 7 kilometer aliran sungai.

Aksi ini bukan seremoni tahunan. Paguyuban tersebut menjadikannya sebagai agenda wajib. Setidaknya satu kali dalam sebulan mereka turun ke sungai, bahkan frekuensi bisa meningkat hingga dua sampai tiga kali ketika volume sampah melonjak drastis.

Pada aksi terbaru yang digelar Selasa (1/9/2026), penyisiran dimulai sejak pukul 07.30 WIB hingga 14.30 WIB. Tim bergerak dengan perahu karet dan peralatan seadanya, memungut sampah yang tersangkut di bebatuan, menumpuk di bantaran, hingga yang mengapung terbawa arus. Temuannya beragam, mulai dari sampah organik, limbah plastik, hingga sampah rumah tangga yang merusak ekosistem sungai.

Konsistensi itu ditegaskan oleh salah satu relawan, Redy Resdian. Menurutnya, menjaga Cisadane tidak bisa dilakukan secara instan.

" Kami sadar bahwa pembersihan ini tidak akan cukup jika tidak dibarengi dengan kesadaran bersama. Itulah sebabnya kami berkomitmen melakukan kegiatan susur sungai ini secara rutin, minimal sebulan sekali, bahkan kadang dua hingga tiga kali jika sampah sudah menumpuk parah. Sungai Cisadane adalah milik kita bersama, menjaganya berarti menjaga masa depan air bersih bagi kita dan anak cucu." ujarnya.
Di tengah keterbatasan alat, semangat kolektif menjadi modal utama para relawan untuk terus bergerak.

" Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian lingkungan tidak harus menunggu perintah, melainkan tumbuh dari kesadaran bersama," katanya.

Ia berharap, aksi yang mereka lakukan secara swadaya ini mampu memicu kesadaran kolektif warga untuk berhenti menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

" Munculnya kesadaran kolektif dari masyarakat berdampak pada keasrian lingkungan, sehingga Sungai Cisadane tetap bersih, jernih, dan lestari untuk generasi mendatang," bebernya.

Awaludin
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 7 Kilometer Disisir, Paguyuban Arung Jeram Cisadane Perang Rutin Lawan Tumpukan Sampah

Trending Now

Iklan

iklan