Iklan

iklan

Dinsos Bogor Tantang Karang Taruna: Jangan Cuma Jadi Penonton di Era Digital

KilasInfo.id
Jumat, 04 September 2026 | 2:56 PM WIB Last Updated 2026-09-04T08:00:14Z
Foto: Dok. (Awaludin) Paradigma pemuda sebagai pengguna pasif informasi ditantang untuk diubah. Pemuda Karang Taruna di Kabupaten Bogor didorong untuk bertransformasi menjadi pencipta konten yang bertanggung jawab atas produknya dan bermanfaat bagi publik

KILAS INFO | BOGOR - Paradigma pemuda sebagai pengguna pasif informasi ditantang untuk diubah. Pemuda Karang Taruna di Kabupaten Bogor didorong untuk bertransformasi menjadi pencipta konten yang bertanggung jawab atas produknya dan bermanfaat bagi publik.

Dorongan itu disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Ma'ruf, saat membuka Pelatihan Media dan Kehumasan yang diinisiasi Karang Taruna Kabupaten Bogor.

" Kami berharap para peserta tidak hanya menjadi pengguna informasi, tetapi mampu menjadi pencipta konten yang bertanggung jawab dan bermanfaat bagi masyarakat," tandasnya, Jumat (4/9/2026).

Pelatihan yang berlangsung dua hari, Kamis-Jumat, 3-4 September 2026 ini diikuti oleh pengurus dan anggota Karang Taruna se-Kabupaten Bogor. Pantauan di lokasi, peserta dibekali keterampilan teknis mulai dari teknik penulisan berita, pengumpulan data, verifikasi fakta, hingga penyajian konten yang akurat dan berimbang.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Bogor, Heri Gunawan, menegaskan pelatihan ini adalah implementasi jargon organisasi.

" Kami bergerak dengan semangat: Kolaborasi, Aksi, Prestasi. Bersama-sama kita bersinergi, melakukan aksi nyata di tengah masyarakat, dan meraih prestasi yang membanggakan Kabupaten Bogor," ujarnya.

Menurutnya, kemudahan akses informasi di era digital harus diimbangi dengan tanggung jawab.

" Di era digital saat ini, segala sesuatu dapat diakses dan dikendalikan dengan mudah. Maka manfaatkanlah kemudahan itu dengan baik untuk berkarya, menghasilkan karya yang bermanfaat, positif, dan membangun bagi masyarakat luas," sambungnya.

Ia juga menegaskan target akhir dari pelatihan tersebut.

" Media Kuat, Pemuda Hebat, Bogor Maju" — semangat inilah yang diusung, agar Karang Taruna Kabupaten Bogor semakin berkarya dan bermanfaat bagi masyarakat luas," pungkasnya.

Sementara itu, praktisi media yang menjadi narasumber, Harfin Naqsyabandy, mengingatkan peserta untuk tidak terjebak pada kecepatan tanpa akurasi. Ia menyinggung kontras kerja jurnalistik dulu dan sekarang.
Foto: Dok. (Awaludin) Pelatihan berlangsung dua hari, Kamis-Jumat, 3-4 September 2026 ini diikuti oleh pengurus dan anggota Karang Taruna se-Kabupaten Bogor. Pantauan di lokasi, peserta dibekali keterampilan teknis mulai dari teknik penulisan berita, pengumpulan data, verifikasi fakta, hingga penyajian konten yang akurat dan berimbang

" Dahulu, sebelum ada gawai dan internet, kita mencari informasi harus turun langsung ke lapangan, bertemu orang, mencatat dengan tangan, dan mengumpulkan berita secara sungguh-sungguh. Tidak ada yang instan. Namun justru di situlah ketelitian, kejujuran, dan kedalaman informasi terjaga," bebernya.

" Semangat itulah yang harus tetap kita bawa hingga hari ini — meski teknologi sudah memudahkan segalanya, jangan sampai kecepatan membuat kita melupakan ketelitian dan kebenaran," sambungnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapat empat materi pokok: pemahaman dasar jurnalistik dan prinsip 5W+1H, sejarah perkembangan media, etika bermedia dan verifikasi informasi, serta peran pemuda di era digital.

Awaludin
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dinsos Bogor Tantang Karang Taruna: Jangan Cuma Jadi Penonton di Era Digital

Trending Now

Iklan

iklan