Iklan

iklan

Warga Sudah Bekerja, Pemerintah Tidur: KRL REMAKO Rawat Lingkungan dengan Fasilitas Rusak

KilasInfo.id
Sabtu, 05 September 2026 | 12:14 PM WIB Last Updated 2026-09-05T05:17:27Z
Foto: Dok. (Awaludin) Di tengah minimnya kehadiran negara, warga Kampung Selaawi RT 04/01, Desa Pasirmuncang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, justru menunjukkan bagaimana seharusnya sampah dikelola. Melalui Komunitas Kampung Ramah Lingkungan Remaja Kolot (KRL REMAKO), mereka membangun sistem pengelolaan sampah mandiri berbasis TPS 3R - Reduce, Reuse, Recycle

KILAS INFO | BOGOR - Di tengah minimnya kehadiran negara, warga Kampung Selaawi RT 04/01, Desa Pasirmuncang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, justru menunjukkan bagaimana seharusnya sampah dikelola. Melalui Komunitas Kampung Ramah Lingkungan Remaja Kolot (KRL REMAKO), mereka membangun sistem pengelolaan sampah mandiri berbasis TPS 3R - Reduce, Reuse, Recycle.

Gerakan ini bukan proyek pencitraan. Ini adalah inisiatif murni warga yang muak melihat lingkungan kotor. Sampah tidak lagi sekadar dibuang, tapi dipilah, diolah menjadi kompos bernilai ekonomi, dan sisanya dimusnahkan secara terkendali.

" Kami bergerak secara konsisten untuk menjaga kebersihan lingkungan, selain itu pergerakan ini juga menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap masyarakat dalam menjaga lingkungan, agar tetap nampak bersih dan asri," ujar Usup Supriadi, Ketua RT 04 sekaligus motor penggerak KRL REMAKO, Sabtu (5/9/2026).

Solidaritas itu nyata. Bukan hanya segelintir orang, seluruh warga lintas generasi turun langsung ke selokan dan jalan lingkungan. Kebersihan bagi mereka adalah pondasi ketertiban.

" Komunitas ini diisi oleh lintas generasi, dan bergerak solid, serta konsisten untuk menjaga kebersihan lingkungan, agar tetap bersih, rapi, dan nyaman," katanya.

Bahkan hasil olahan sampah mereka kembalikan untuk produktivitas warga. 

" Hasil dari kompos yang terkumpul kami berikan kepada petani agar bisa dimanfaatkan, bahkan tim kami yang antar sampai ke lokasi kebun maupun sawah," sambungnya.

Ironisnya, semangat membara itu berbanding terbalik dengan kondisi fasilitas. Peralatan kebersihan seadanya, tungku pembakaran sampah utama dalam kondisi rusak dan butuh perbaikan segera. Warga sudah bekerja maksimal, negara belum hadir.

Inilah inti tuntutan mereka. Bukan lagi sekadar apresiasi, melainkan intervensi nyata.

" Kami berharap perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah, khususnya Dinas terkait, agar kegiatan pemeliharaan kebersihan lingkungan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan," harapnya.

Pesan ini menegaskan: gotong royong warga ada batasnya. Tanpa dukungan sarana prasarana dari Pemkab Bogor, keberlanjutan gerakan ini terancam.

" Kegiatan rutin meliputi pembersihan selokan, penyapuan lingkungan, pengumpulan dan pemilahan sampah, pengolahan sampah menjadi kompos, pengantaran kompos ke petani, pengolahan sampah di tungku pembakaran, hingga penataan ruang terbuka warga. Semua dilakukan secara gotong royong, mempererat tali persaudaraan sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat dan asri," pungkasnya.

Awaludin
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Warga Sudah Bekerja, Pemerintah Tidur: KRL REMAKO Rawat Lingkungan dengan Fasilitas Rusak

Trending Now

Iklan

iklan